Selayang Pandang
Banyak kisah terukir dalam perjalanan hidup. Ukiran dinamika hidup sering kali kita torehkan bersama dalam sebuah media komunikasi tanpa tatap muka. Radio Frekuensi 3 MHz dengan panjang gelombang 100 meter adalah salah satu pilihan warga Bandung tahun 70 sd awal 80an sebagai ekspresi kegemarannya dalam mengutak-ngatik komponen elektronik. Pilihan 3 MHz atau sering disebut sebagai gelombang cepe (100 meter) banyak dipilih sebagai media komunikasi karena menjanjikan kebebasan ekpresi keakraban dalam berkomunikasi dibandingkan dengan komunitas lain yang secara kaku terorganisir dengan nama “Call Sign” dan terkesan berkasta. Di cepe meter deskriminasi senioritas dan kasta dikubur dalam-dalam, keakraban, kesejajaran….kekeluargaan …silih asah silih asih dan silih asuh…sangat dikedepankan untuk saling meningkatkan kemampuan Pemancar (TX).
Komunitas cepe meter waktu itu kerapkali dianggap sebagai sebuah gerakan bawah tanah yang berbahaya bagai virus HIV sehingga eksistensinya terkadang di “sweeping” oleh pemerintah yang dibantu secara teknis oleh komunitas organisasi resmi pengguna frekuensi tetangga. Namun sweeping demi sweeping waktu itu malah menjadikan komunitas cepe meter justru semakin meluas. Melemahnya aktivitas cepe meter saat ini tentunya bukan karena takut sweeping,, tapi tergilas jaman dan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih
Teknologi sudah berubah….termasuk teknologi komunikasi, cepe meterpun seperti kehilangan pamor, namun berkas keakraban, kekeluargaan, silih asah silih asih silih asuh …tampak tak pernak lekang oleh perubahan teknologi….tentunya ini adalah modal fitrah eks pengguna cepe meter untuk melangkah kedepan dengan mencoba “ngigelan” gelombang perubahan teknologi komunikasi.
Dalam konteks itulah situs ini di bangun sambil kita mengenang keakraban yang pernah kita ukir dalam belahan hidup kita. Bagi teman-teman yang merasa eks cepe meter dan penggemar elektronik mari kita bangun kembali keakraban yang pernah kita ukir 20-30 tahun lalu Bagi yang mau cerita pengalaman silahkan kirim tulisan ke cepemeter@yahoo.co.id O…ya Jangan lupa mengisi BUKU PENGUNJUNG dan menulis komentar……apa saja, bebas….khas budak cepe….yang “wanter”
Jabat Erat
Cepe Meter.net
1 Komentar »
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

Break…Rojerrrr….
tah can pas ocilator…tuning heula anu bener…
waas euy…
aya mang abung, kang Dudu, kang asam, kang agus tepoz, teh koay, Inez, Fuad, wah punten nu teu kasebat…pribados KUM-KUM ti Majalaya….Permios