Cepemeter.Net

3 mhz-100 meter@ShortWave 1.band

Temu Kangen Berlangsung Sukses

Hari itu suasana begitu riuh dan hiruk pikuk dengan diselingi gelak tawa dan sapa penuh akrab. Tua- muda berbaur satu saling bercerita tentang aktivitas yang saat ini dilakukan sejak komunikasi terputus lebih dari seperempat abad. Itulah suasana pada acara temu kangen “aktivis barudak cepe” sambil balakecrakan pada tanggal 30 Nopember 2008 di RM Panyaungan Banjaran-Bandung.

Acara temu kangen barudak cepe tersebut dihadiri pula tokoh-tokoh organisasi komunikasi ORARI yang juga sering ikutan dalam aktivitas barudak cepe di masa kejayaannya tahun 80an. Tentu banyak cerita, kenangan yang menyelimuti pertemuan tersebut. Penayangan foto-foto dan rekaman suara barudak cepe sedang berkomunikasi di radio melalui TX menambah kenangan yang hadir ketika masih aktif berkomunikasi via TX rakitannya. Teriakan nama-nama udara, seperti “Bejo”, “Klerer”, R-O, “Depong”, “BR” “Koay”, “Pangeran Engkle” dan lain-lain juga menambah suasana akrab pada acara itu. (kalau sudah diproses Kang Asep BR, mudah-mudahan foto-fotonya dapat ditayangkan, red.)

“Saya tidak menyangka kalau acara ini akan dihadiri begitu banyak sahabat cepemeter”, ini membuktikan bahwa tali bathin antara barudak cepe masih nyambung walau sudah terpisah lebih dari 25 tahun” kata Mang Abung salah seorang panitia. Beliau mengharapkan tali persaudaraan ini tidak akan pernah putus walaupun saat ini banyak “alumni” cepemeter mempunyai kesibukan masing-masing.

Beberapa yang hadir menyatakan baru tahu ada acara temu kangen pada malam hari atau pagi harinya. Namun rasa kangen pada barudak cepe berusaha hadir pada acara ini. “ Saya betul-betul kagum pada tali kekeluargaan barudak cepe” Kata salah seorang yang hadir.

Acara yang dimulai jam 10.00 dan berakhir  jam 14.00 ini dimeriahkan pula oleh organ tunggal yang penyanyinya adalah diantara barudak cepe yang cukup “wanter” walaupun suaranya pasti kalah jika ikutan kontes AFI di Indosiar.  “Nu penting wani tampil, keun we ngagaleong jeung poho lirik sautak saeutik mah”  kata   Agus R O salah seorang budak cepe yang nyumbang lagu. Rupanya Mang Abung dan Kang Fuad pun tidak mau kalah. Hanya “rumasa” tidak bisa nyanyi,   yang  mereka sumbangkan joged dangdut…Lumayan eundeur…panggung teh !

Setelah puas menumpahkan kasono dan cerita kesana kemar,i akhirnya acara ditutup oleh Pak Eka dengan doa agar tali silaturahmi barudak cepe dan penggemar elektronika sebandung Raya tidak terputus. Tentunya agar kiprah barudak cepe meter di dunia komunikasi radio tidak terputus dengan mencoba masuk pada frekuensi radio yang jauh lebih tinggi.  Amin

Desember 1, 2008 Posted by | Serba serbi, Uncategorized | , , | 1 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.