Profil : Pak EKA
Sekilas tak akan menyangka jika orang yang satu ini sangatlah ramah. Tidak seperti penampilannya yang terkesan serem berjambang dan berkumis. Dulu….walaupun agak lebih pendek tapi badannya berisi cenderung “lintuh”. Jika sedang ON AIR, artikulasi kalimatnya sangat jelas mantap tapi orang yang mendengar dapat memastikan kalau dia adalah orang sunda. Itulah sebabnya banyak barudak cepe yang bilang kalau sedang zero beat sama orang ini lebih senang stand by monitor dari pada go headnya. EKA !. Ya, Pak EKA itulah nama on airnya, tidak banyak orang tahu siapa nama aslinya, konon katanya EKA adalah singkatan dari……… Endang Kustiwa. Sepanjang yang kita ketahui memang Pak EKA adalah salah seorang radio amatir pangkahotna (bukan kahitna) di Bandung bahkan Nasional. Karir sebagai seorang amatir radio dijalani hampir sepanjang hidupnya sehingga beliau mampu menjadi seorang peradio amatir tertinggi dalam hirarki keradioamatiran dengan Call Sign sama dengan singkatan namanya YB1 EKA. Namun Entah karena “gerentes hate” atau tanggung jawab moril untuk membina teman-teman di cepemeter untuk menjadi peradio amatir yang baik, Pak EKA pun sering ngolong juga dan sangat beken di kalangan barudak cepe Bandung. Ngebrik secara terang-terangan di 100 meter bagi seorang pendekar radio amatir seperti beliau, memang beresiko tinggi dijuluki sebagai pembelot oleh induk organisasi resmi radio amatir di Indonesia. Namun Pak Eka ambil resiko itu demi kemajuan para barudak cepe….Bravo Pak Eka !
Sebagai seorang karyawan PT PLN yang dijalaninya sampai pensiun di tahun 2000, pencapaian tingkat tertinggi dalam hirarki keradioamatiran merupakan sebuah prestasi yang luar biasa, apalagi sebagian barudak cepe yang sempat punya call sign karena perjuangan beliau banyak yang enggan untuk herregistrasi dan akhirnya hangus kemudian dipungut para breker 2 meteran (nah lho…!). Tapi Pak EKA maju terus…..apapun konsekuensinya. Itulah sebabnya kita pantas menjulukinya Sang Maestro di Dunia komunikasi radio baik ORARI maupun kolong/underground/100 meter. Oleh sebab itu pak Eka juga disebut “budak cepe meter”. Pintu rumahnya di komplek PLN Jl. M. Toha selalu terbuka lebar bagi siapa saja untuk berkunjung membicarakan TX dan keradioamatiran atau hanya sekedar silaturahmi. Bravo untuk pak EKA.
Apapun yang terjadi di dunia cepemeter, di hati pak EKA pasti terukir kesan mendalam atas keakraban, kekeluargaan barudak cepe…..sehingga umur menjadi terlupakan terkubur oleh olah bahasa yang conggah, humor, jail, hoghag tapi penuh gelak tawa namun terkadang kerung penuh serius…itulah karakter barudak cepemeter. Salam baktos pak EKA.
4 Komentar »
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
Banyak kisah terukir dalam perjalanan hidup. Ukiran dinamika hidup sering kali kita torehkan bersama dalam sebuah media komunikasi tanpa tatap muka. Radio Frekuensi 3 MHz dengan panjang gelombang 100 meter adalah salah satu pilihan warga Bandung tahun 70 sd awal 80an sebagai ekspresi kegemarannya dalam mengutak-ngatik komponen elektronik. Pilihan 3 MHz atau sering disebut sebagai gelombang cepe (100 meter) banyak dipilih sebagai media komunikasi karena menjanjikan kebebasan ekpresi keakraban dalam berkomunikasi dibandingkan dengan komunitas lain yang secara kaku terorganisir dengan nama “Call Sign” dan terkesan berkasta. Di cepe meter deskriminasi senioritas dan kasta dikubur dalam-dalam, keakraban, kesejajaran….kekeluargaan …silih asah silih asih dan silih asuh…sangat dikedepankan untuk saling meningkatkan kemampuan Pemancar (TX).
Ass.Wr.Wb.
Pak EKA, semoga dalam keadaan sehat walafiat.
Setelah saya baca tulisan ini, kata demi kata begitu terkenang masa lalu yg penuh dengan suka dan duka.
Bravo Pak EKA, semangat yg tertanam di komunitas cepean tidak terlepas dari bimbingan dan ketekunan para senior, salah satunya pak EKA.
Saya katakan suka dan duka karena banyak hal yg membuat suka, gembira dll (hal positip).Duka karena bergelut dgn eksperimen dan tidak jarang menemukan kegagalan demi kegagalan, uang jajan sekolah pun dikumpulkan untuk bisa beli komponen elektronik demi keberhasilan buat pemancar/TX.
Kalau saya menyerah mungkin tidak akan ada bekas/ilmu yg dapat saya raih, semua itu karena dukungan para senior.
Akhirnya diusia ingussan sudah bisa buat pemancar (TX), ha…ha…ha… bangga atuh karena masih kelas 3 SMP waktu itu dan kelas 1 SMA lulus ujian ORARI Hi..hi..hi… GeEr padahal yg lain juga lebih muda dan lebih jago dari saya.
(weleh-weleh kok bisa, siapa dulu donk senior cepeannya, makasih ya… semoga kebaikan dan ketulusannya menjadi amal soleh,amin).
Cepean membimbing dan membuat saya fokus dalam dunia telekomunikasi sampai hari ini. Cepean membuat saya berjiwa besar, kamunitas positip yg memberikan keteladanan .
Maju terus Pak EKA semoga dgn tulisan yg ada di Blog ini memberikan inspirasi dan kebaikan untuk generasi muda saat ini.
Thomas R.
Telecomm.company:
Aeradio Ltd Canada, LSE PTY Ltd Australia, SIEMES AG German, Flextronix Swedia, Nokia Siemens Networks.
Dari Redaksi :
Terimakasih…kang, semoga “basecamp maya” ini menjadi media baru dalam berbagi pengalaman untuk meningkatkan kemampuan kita dalam berkarir saat ini…..
Salam kenal OM, mengenag dunia Tabung dan pasar Loak adalah bagian dari kecintaan saya dengan ORARI, 73 de YC0DQX
Dari redaksi :
Salam kenal kembali. Sekarang serba IC, jadi penggunaan tabung untuk peralatan elektronik sekarang sangat ekslusif dan mahal ? . Dulu saya…YD1 GNB…Tapi sekarang entahlah, katanya hangus Call signnya
(mantan)YD1GNB, Bagus suffix-nya Gerakan Non Break-break hehehehe salah satu Kode Etik ORARI “Amatir Radio Berjiwa Progresive”
Kebetulan teman-teman masih mengngatkan saya untuk tetap perpanjang…mungkin karena waktu berlaku lebih lama (tingkat penggalang).
salam kenal dan sukses untuk blog CEPEMETERnya
Dari redaksi :
terimakasih….Komunitas Amatir radio ORARI hingga saat ini masih eksis.
salam kenal om, seneng saya nemuin situs ini. kalau saya th 90an cepeannya pake transistor.
sekarang saya pingin coba pake tube ada 6146, 6L6 juga 813. tolong dibantu diberi skema rangkaian yang simple dulu juga boleh.
trim om
73 de Yan ex YC0FFC
Dari redaksi :
Salam kenal kembali……Ya era tabung memang sudah lewat…dan saat ini hanya digunakan untuk peralatan sound sistem kaum jetset…yang ditampilkan begitu indah…dengan sinar emisi yang berwarna biru…menyala.
Walaupun TX tabung dengan 6L6 dan 807 /813 biayanya menjadi sangat mahal….namun kami akan mencoba mencarikan skemanya..! tapi jika anda mau coba nyari hubungi STM Prakarya di Bandung (Jl. inhoftank) dulu sekolah ini menerbitkan buku diktat khusus membahas Radio pemancar.
Namun saya sarankan coba buat saja pemancar radio komunitas yang bekerja di 107,6 ;107,7, 107,8 dan 107,9. oke ?