Cepemeter.Net

3 mhz-100 meter@ShortWave 1.band

Komunitas Breaker 100 meter era 70-80an

shackBisa jadi, tidak banyak orang yang tahu bahwa di Bandung pada tahun 70 sampai awal tahun 80an pernah terbangun sebuah komunitas yang penuh dengan dinamika keakraban berbasis teknologi frekuensi radio. Orang kebanyakan hanya tahu CB atau dua meteran , radio OZ, Mara, Megantara, RRI, atau radio Garuda yang beken karena dongeng Kang Rahmat Dipraja, bahkan hanya tahu radio Dahlia yang pernah punya program siaran dongeng pasosore abah kabayan dengan “Si buntung jago tutugan”

Komunitas itu adalah pengguna frekuensi radio 3 MHz dengan gelombang radio 100  atau cepe meter,  dan para penggunanya sering menyebut dirinya “barudak cepe”.  Seringkali frekuensi ini disebut frekuensi “kolong” /underground/ karena tanpa izin secewirpun dan frekuensinya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan komunitas pengguna frekuensi berizin yaitu 3,5 MHz (80 meter).   Call sign nya pun sesuai selera masing-masing dan terkesan seenaknya  “Depong”, “Jean Belel” , “Badjred” ,  “Komeng”  , Bejo”,  “Klerer”  “Kebo” dan banyak lagi.  Tentu saja callsign seperti itu  tidak akan pernah menggambarkan apakah briker  senior atau bukan seperti pada callsign ORARI yang didahului YD, YC atau YB  sebagai simbol kasta senioritas dan ketrampilan beramatiradio.  Namun di frekuensi “underground”  cepemeter inilah justru nuansa kreativitas khas Bandung terlontar.

Jika ingin berkomunikasi dengan sesama breaker, maka kita harus menyamakan frekuensi pemancar (TX)  kita dengan pemancar yang sudah “on air” duluan . Caranya adalah  dengan  memutar-mutar variabel condensator logam pada rangkaian osilator pemancar sampai frekuensinya  sama  (zero beat). Proses penyamaan frekuensi ini sangat membutuhkan “feeling”.   Jika frekuensinya sudah sama, maka kita tinggal tereak brik…brik ! Tentu saja bermain dengan TX model begini membutuhkan pengalaman cukup agar bisa trampil.  Tidak seperti pesawat komunikasi CB atau 2 meter  yang tinggal  trek…trek memutar nomor chanel. Obrolan di 100 meter bersifat terbuka dan dapat didengar oleh siapapun yang berminat mendengar, asal punya radio transistor  SW  band. Oleh sebab itu, para pemain cepemeter terkadang suka iseng menjadikan  pemancarnya studio radio siaran liar (broadcasting) dengan memutar lagu populer sambil bercuap layaknya penyiar radio kawakan.

Komunitas cepe meter mungkin “eksklusif” karena tidak semua orang mampu berkreasi, sabar berekperimen, atau menyolder komponen elektronik agar bisa meningkatkan daya pancar dan kualitas audio pemancar (TX). Ada nuansa lomba kemampuan terselubung dalam proses ini, tapi justru inilah kekuatan komunitas cepe meter menjadi lebih mengasikkan. Dorongan untuk terus belajar teknologi radio pada sesama anggota komunitas dan berekperimen menjadi sebuah candu yang membuat cepemeter sulit ditinggalkan. Dibandingkan dengan alat komunikasi yang “branded” seperti yang digunakan oleh CB dan 2 meteran, 100/cepe meter lebih menantang , termasuk tantangan bagaimana terhindar dari sweeping..!

tx2Pemancar (TX) yang digunakan semuanya adalah rakitan dan sebagian besar menggunakan tabung radio yang dirangkai bersamaan dengan capasitor , resistor, varco logam dan beberapa lilitan untuk menentukan frekuensi kerja. Umumnya TX ini terdiri dari Osilator (tabung 6v6,), buffer (tabung 6L6) dan final (tabung 807 atau 813).  Komponen utama tabung inilah yang membuat kita harus hati-hati menggunakan TX, karena memerlukan voltase tinggi untuk bisa bekerja yaitu antara 400 -1000  volt yang dinaikkan oleh trafo yang dipesan khusus dari pasar cikapundung. Frekuensi kerjanya adalah 3 Mhz maka panjang gelombangnya sekitar 300 : 3 = 100 meter. Dengan menggunakan antenna ¼ lambda maka panjang antenna harus minimal 25 meter. Itulah sebabnya para anggota komunitas cepe meter sulit menyembunyikan diri dari sweeping karena di rumahnya terbentang kabel antenna dari depan rumah sampai belakang dengan menggunakan tiang bambo. Beberapa cepener mencoba bereksperimen dengan antene lebih pendek dengan mengulungnya pada pralon, namun hasilnya ngaberebet ke TV tetangga. Sekali lagi itulah salah satu dinamika bermain di cepe meter….lucu, menegangkan,….tapi menantang untuk lebih kreatif !

endfedrandlongwire1Sekarang teknologi komunikasi sudah banyak berubah, ekpresi kreativitas tidak lagi digelontorkan di cepe meter, tapi di blog situs atau frekuensi lebih tinggi (VHF) sehingga antenapun tidak perlu dibentang oleh tiang bambu, tapi cukup dengan setengah meter batang alumunium, bahkan hanya disisipkan dibalik casing sebuah handphone…..Namun prinsip kerja pemancar pada dasarnya sama…Itulah sebabnya banyak alumni cepemeter berkiprah di dunia teknologi komunikasi radio frekuensi tinggi seperti HP atau studio radio siaran dan siaran komunitas yang bekerja dengan sistem modulasi frekuensi.

Briiik, brik…brik ! brik atuh euy ! sero bit teu yeuh…Juit…juit..deb….!    Go head …(njir..)

Dikutip dari :  Kang Aom di :  BANDUNG intensive care

November 22, 2008 - Posted by | Serba serbi, Uncategorized | , , ,

140 Komentar »

  1. Bagus dan sangat-sangat bagus serta mengenang masa-masa lalu yang dimana bisa experimen dunia komunikasi dan ngutak ngatik perangkat pemancar (TX)maupun audio serta peralatan elektronika lainnya.Mungki bisa disebut cikal bakal pengembangan dunia komunikasi, dimana sekarang ini dengan teknologi mutahir lahirlah sebuah komunikasi yang sangat simpel yaitu Handphones.

    Reply :
    Betul kang, teknologi komunikasi saat ini sudah berkembang jauh dibanding 20 tahun lalu. Kita mencoba eks cepe meter untuk ngigelan perkembangan teknologi, bermodalkan semangat dan kreativitas cepener….siapa tahu bisa menyaingi kaskus…he…he….he

    Komentar oleh DAWALA | November 22, 2008

  2. Artikel yg menggugah dan mengenang masa lalu saya, melihat fotonya sungguh teringat masa lalu, ketika harus mencari komponen dipasar loakan karena barang tabung dan komponen lainnya yg langka.

    Salam buat Dindin/Capung, kayaknya saya kenal….!!!
    bagus sekali artikelnya.

    Juga buat DAWALA dan team redaksi, semoga cepean bisa terbuka pikirannya melihat perkembangan teknologi saat ini.
    Satu hal di cepean yg tak pernah saya lupakan, kita dituntut mental yg kuat, kegigihan dalam menyelesaikan masalah teknis dgn alat seadanya, sehingga jiwa kita dibentuk menjadi kuat dan tangguh.

    Harapan saya :
    Jadikanlah teknologi sebagai alat bantu untuk kebaikan.
    Jangan biarkan teknologi memperbudak kita menjadi keburukan.

    Mari kita ramaikan situs cepean ini karena inilah salah satu teknologi dimasa kini yg harus kita jadikan sebagai alat bantu.

    Salam buat semua….

    Nuhun ka Redaksi, Kang AOM/Dindin/Capung/Dawala sareng Cepener nu sanesna.

    dari redaksi :
    Mencari komponen TX memang bagian dari dinamika bermain di cepe meter. Terimakasih atas komentarnya.
    Salam kembali dari Dindin Capung….Kalau nggak salah dulu pernah berkunjung ke Srimahi bareng sama Iwan badjred….(YD1 IZT)

    Ya….mudah-mudahan alumni cepe meter bisa memfasilitasi pembangunan Radio Komunitas FM di daerahnya masing-masing. Kita sedang mempersiapkan postingan tentang “Radio Komunitas FM”

    Komentar oleh ART - OG1 | Desember 2, 2008

  3. Cerita mengenai para senior cepe meteran dah lama saya cari, baru sekarang menemukannya, sungguh sebuah kenangan yang tak terlupakan …, saya mulai mengudara di cepe meteran sekitar tahun 83 an, saat itu saya masih smp … hayang tx cepe meteran saya nepi ka mogok teu daek sakola, akhirnya ku pun biang di pangmeserkeun, tx 6L6 finalna 807, abdi emut keneh pun biang dugi ka ngical emas 3 gram harita tehhhh, ……

    sakitu heula ahhh, kang ku abdi bade di wawarkeun di website abdi nuhunnnnn,

    Dari redaksi :
    Ya….banyak cerita seseorangan ingin punya TX yang pertama. Kalo akang mah pedah bosen monitor lagu di MW band, terus cutrak cetrek ka SW band. Rada aneh harita mah aya nu ngobrol na radio sakali sewang, bari jeung brak brak brik brik roger gohed sagala. berminggu-minggu terus monitor, beuki tertarik yeuh…Cari info sana sini….Dulu belum populer mbah google teh. Akhirnya saya nemu diktat pelajaran “Teknik membuat pemancar (TX)” buatan STM PRAKARYA di Toko Murni Baru Kosambi…Komplit pisan penjelasannya (duka aya keneh henteuna eta STM teh) Dari buku itulah saya mulai merakit TX untuk pertama kalinya…Selanjutnya eksperimen dan eksperimen….

    Hatur nuhun kasumpinganana sareng mangwawarkeunnana..Salam pangwanoh.

    Komentar oleh sakura | Desember 6, 2008

  4. Selamat atas temukangennya………mudah2an situs 100m ini jadi acuan untuk belajar elektronik dan sejarah elektronik khususnya mengenai TABUNG dan TRANSMITER………………

    BR
    benk-bek
    bandung

    Dari redaksi :
    Insya Allah jadi harapan semua….Jika kita googling mengenai elektronik tabung, sungguh sangat indah tampilannya….Jadi Tabung masih ngetrend di kalangan jetset. Hatur nuhun komentarna

    Komentar oleh benk2 | Desember 9, 2008

  5. Waduh lagi cari-cari gambar pemancar sw eh ketemu blog ini. Waduh tambah seneng deh saya. Baru sebulan terakhir ini saya lagi rajin lagi bikin TX, sekarang pake 807 empat batang. Wuih ribet-ribet enak. Kalo bisa tambahin di blog ini skema-skema TX, baik itu menggunakan tabung ataupun tranjidor. Kalo saya lagi membuthkan skema TX heysing ceuk barudak cepemeter, mah.

    Komentar oleh Ferianto | April 13, 2009

  6. Meskipun teknologi komunikasi sekarang jauh lebih maju dari pada 20-30 tahun yang lalu, dasar-dasar teknik radio yang digeluti oleh komunitas 100 meter band tetap relevan dan dapat memebantu manusia sekarang dalam memahami tramsmisi gelombang radio. Saya senang bisa bertemu lagi dengan rekan-rekan yang pada tahun 80-an selalu mengudara atau ngalong semalaman. Mari kita kembangkan pengetahuan dan hobby teknik radio kita. Yang tidak kalah pentingnya adalah 100 meter band merupakan wadah silaturahmi.

    Komentar oleh Ipur Gatsu | Mei 28, 2009

  7. Wahh jadi teringat masa 90 an, blom ada Hp. andalan saya 80 M band. yang saya pakai pemancar 3 trap, osilator D313, buffer C 1061 dan Final C1061, Catu daya 24-42 Volt DC, antena longwire tinggi 10 M.

    Hasilnya dari Padangsidimpuan Sumut konek ke Jateng ma jakarta

    salam ma smua breaker 80 Mband

    Komentar oleh Radio Sempeng | Desember 16, 2009

  8. sekarang kalo mau ngidupin lagi, di jakarta cari barang barangnya di mana (dulu bisa cari di Herman poncol atawa loan dimpalmerah). tolong di informasiin . salam hangat dan sejahtera selalu para alumni CPan. chiau.

    Komentar oleh mumu (ramu) | Desember 17, 2009

  9. CQ….CQ….CQ Calling……
    Saya Mas ANto Lampu Aladin , asli breaker 70-80an , main di Cepek-an, pake 6146B untuk RF Power dan STK-15 utk Modulator, Antena…Wah Model G5RV yang top itu….

    Jaman di bandung dulu teuh…saya suka nongkrongin Radio 8EH sama temen saya Kang Dady Waluyo (skr entah dimana dia…)
    Sering cari rongsokan bekas Commad Set Militer di Pasar Cikapundung …. ….. pake tabung bandel GO-50… dah pokoknya mak nyus…

    Salam Kangen buat para Cepek-Meteran…..
    Temuin saya di Facebook “Lampu Alladin”
    Mari bernostalgia….

    Salam 73 88
    Mas Anto Lampu Alladin

    Komentar oleh Mas Anto Lampu Aladin Jak-Bar | Desember 23, 2009

  10. Wuahh buagusss sekale dulu dari Bandar Lampung pake 2X807 pushpul 600 Volt 200 Ma pada plate aku bisa diterima lokal di Jakarta, Bogor, SAukabumi dan Bandung pake antenna long wire L dengan pi section filter pada tuning hahahah salah ndak ya?? ya itu kenangan manisss Call Sign nya Bravo Alpha Lima, bener tuh cari varco etc di Poncol ama pasar rumput ato Jatayu Bandung kalo cari tabung yang masih buagus di Harco yg jual china setengah umum kiosnya dibawah tangga, soalnya murah dan ada alat test emisinya sekarang gimana ya apa pada masih main di Cepek meter kah ?? Ganti Hariman Jkt

    Komentar oleh Hariman Tribagio | Desember 24, 2009

  11. aku juga pernah nge break di 100 mtr, tapi aku gak pakai tabung soalnya tabung mahal dan perlu modal besar. Saya hanya pakai trasistor tapi lumayan juga loh mas. Rumah saya di jakarta dan masih mampu komunikasi sampai ke lampung hebat yah….

    Komentar oleh agustomank | Januari 5, 2010

  12. haha…ya jadi ingat exsperimen lagi… solder sama timah on 24 jam….

    Komentar oleh aji naro | Januari 30, 2010

  13. kenapa sekarang freq di 100 meter udah kotor bgt ya,… ??padahal dlu pake 807 1 batang ja aku dah bsa ngebrik dari payakumbuh-sumbar ke pulau jawa..

    Komentar oleh aji naro | Januari 30, 2010

  14. Jadi ingat teman2 ku dibukitingi kalau lihat situs ini ha.ha.ha.ha

    Komentar oleh Edi 06 tenggo | Februari 12, 2010

  15. Hmmm…..100 meter tahun 80′an……
    Osc Collpits 6V6, Buffer 6L6, Final 1625 2x. Antenna long wire & Inverted ‘V’. Modulasi STK15. Receiver Radio Cawang.

    Tahun ‘81 ikutan acara riung mumpulung 100 meteran se Bandung raya di Hotel Preanger.

    Tahun ‘82 ikutan Hiking 100 meteran se Bandung Raya ke Gn.Tangkuban perahu via jayagiri.

    Sampai sekarang sy masih aktif On Air di 80 meter “KOLONG”.
    Walaupun Sy ada Call sign Orari [YC]…..Tapi amit2 Sy ga pernah main di Band Amatir.
    Terlalu sayang untuk meninggalkan 100 meteran yg telah membesarkan Sy.
    100 meter….Never Ending Stories.
    Sangat Inspiratif dalam kehidupan Sy.

    Hingga Saat ini Sy masih menggunakan dan mengandalkan jurus2 Experimen tahun ‘80an.
    Sudah 20 tahun Saya bekerja di perusahaan asing…bahkan Bule sekalipun angkat topi pada saat Sy bekerja dan menggunakan jurus2 Experimen ala tahun ‘80an.
    Dipadu dengan Ilmu2 Elektronika akademis, ternyata Ilmu terapan yg didapat dari pengalaman Experimen di 100 meteran…..sungguh luar biasa hasilnya.

    Thanks.
    Agie.A.Suryahadi

    Komentar oleh Kilo Golf Bravo, Cimahi | Februari 12, 2010

  16. mohon tanya dimana saya harus cari lampu tabung 6L6 ya bozzz…

    Komentar oleh sutiyo | Februari 24, 2010

  17. ari kang Golf Bravo teh angkatan bayang-bayang si 21JZ?….

    Komentar oleh Oleng | Maret 6, 2010

  18. Kenapa pusing pake tabung segala barangnya susah di cari boxnya besar banget aku ngebreak PCBnya rakitannya masih geletak di meja tanpa box transistornya masih pada glayutan trafo in pakai OT 240 dah bisa ber QSO ria sama2 teman 1 kota bahkan kalau QRMnya membuka juga bisa dengan kota2 tetangga wuih asyiknya. Sayang sekarang rumahnya sudah di kelilingi tembok tinggi2 rumah mewah jadi sulit tuk betangin antena walaupun cuma sekedarnya saja. Sekemanya dah ada di blogku boleh di coba oce.

    Komentar oleh agustomank | Maret 12, 2010

  19. 29 thn sudan belalu taua tau lagi buka situs antene eh dapat blog iin jdi seneng buanget thank kan aom aya jadi teringat masa baheula jama ngebik i cepean aih aih ayik sampai dapat pemancar dari orang lampung…. sy sangat setuju kalau tenggo mike 100 mt ngumpul ramaikan blog ini salam buat temen temen 80 an saya dukung artikelnya bagus jd buka memoi daun pulus haaaa..aa dari.YD4FEX kang UU radio Undur- undur atau JZ10FSM

    Komentar oleh undur undur | April 3, 2010

  20. Hallo teman-teman,Saya udah lama cari-cari Varco yng gedek ,tapi ngak ketemau.Ada ngak yang punya.Saya pengen punya tx,sampai sekarang belum terujut…….

    Komentar oleh Abrar anshari | April 4, 2010

  21. O ya lupa.Saya ada diBogor,Saya berasal dari Payakumbuh Sumatera Barat.Salam aja untuk teman-teman 80meter band.

    Komentar oleh Abrar anshari | April 4, 2010

  22. Memang beda…..para breaker mania lulusan yang ini. Nilai finansial dan komersial di buang jauh-jauh.
    Inilah sifat yang utama, yang tidak dimiliki oleh pengguna frekwensi lain…. “Jaga Solidaritas Persahabatan”

    Komentar oleh nanangbondowoso | April 14, 2010

  23. Saya baru tahu ada “tempat” reuni mantan 100 m, Tanjung karang pernah menjadi tuan rumah pada acara malem tahun baru di pantai Pasir Putih tahunnya saya lupa. Ada yang masih ingat tidak rekan-rekan di Tanjung Karang

    Komentar oleh Jamal | Mei 10, 2010

  24. ramaikan am di80m suda di3.5 90 kalao saya amati 100m suda kosong banyak hal penyebab 100m 1.panjang antena 2. qrm terlalu tinggi harus membutukan antena yang baik.
    sekarang sudah bergerser di75m 3.9-4 mc dengan antena yang pendek qrm,nois renda.

    Komentar oleh iwan | Mei 26, 2010

  25. salam kenal, saya jadi teringat tahun 85an, yang mana saya dulu dipanggil si unyil dari sumbar, rasanya kepingin on air lagi tapi sekarang apa masih ada yaaa

    Komentar oleh bookgaul | Juni 7, 2010

  26. met ciang …………..

    Komentar oleh wiwi | Juni 11, 2010

  27. ayo teman kita aktifkan lagi cepe meter.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Juni 13, 2010

  28. aku ingin kembali pada keluarga cepe meter yang lahir dari kebersamaan kegemaran.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Juni 16, 2010

  29. Met siang semua ! Salam cepean ! ane Caca dulu lokal Cilandak Jakarta Selatan. Ampe sekarang ane masih simpen QSL Card jaman tahun 90an tuh. masih tersimpan rapih. buat kenang2an anak cucu cing !

    Komentar oleh 2 caharlie alpha | Juni 23, 2010

  30. syukurlah kang caca masih nyimpen kartu qsl, mudah mudahan tx dan resivernya masih disimpaen juga, sehinggga masih bisa menaikkan 31 lagi. salam buat keng tito, mbak sisi, dan juga kang agil.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Juni 23, 2010

  31. oke kang jaim nanti saya sampaikan salamnya kalau saya ketemu mereka, Tito dan mba sisi masih di Cilandak, sedangka agil pindah ke cileduk. Perangkat saya sudah musnah dan mau coba merakit lagi dengan transistor aja lah. kang jaim sendiri masih on air tidak saat ini ? dan di lokalan masih banyak tidak yang on air kang ?

    Komentar oleh 2 charlie alpha | Juni 24, 2010

  32. terima kasih kang chacha. karena di lokal nggak ada kawan jadi ikutan tiarap. kalau ada no yg bisa dihubungi boleh dong saya di kasih tahu, sebelumnya terima kasih.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Juni 25, 2010

  33. Met malem dari Bogor Barat Perjaka Ting-Ting Break …….
    Nostalgia thn 80 an mudah mudahan cepean selalu kompak

    Komentar oleh Abdullah | Agustus 30, 2010

  34. ikut coment kang…walau umur saya tergolong masih belia,tapi saya pernah merasakan kenangan terindah dari band cepean ini..dman saat umur 10 thun saya bisa melihat ayah saya menyelesaikan rakitan pemancar cepeanya..dari moment itulah saya bisa menjadi sperti skarang ni..belajar eletronika khusunya pemancar..meski yang saya tekuni bukan 100 meter band tapi dari situlah saya berawal..salam

    Komentar oleh iboy coboy | September 1, 2010

  35. asswrwb ikut komentar ni…..wah klo ngomongin 100 mtr sudah selayaknya sy bersukur kpd TuhanYME sy bisa kerja layak karena menimba ilmu electronik dr teman2 di 100mtr sy bisa menjadi flight engineer nc 212 dan teknisi avionic di suatu pt,baik teman2 tks banyak bagi yg sdh iklaskan ilmu buat sy.Mari berbagi ilmu ok ini alamat sy pangkalan tni al jakarta pondok cabe 021 92809137.ilmu sy masih nol pudtul dan perlu tambahan dr teman2 buat ngramu ilmu diaircraft wasswrwb

    Komentar oleh iman sulistiyo hadi | September 9, 2010

  36. dijakarta mah dah gak ada yg main kang di 100 meteran,dah susah mbentang antenanya,gak ada lahan lagi,kalau perangkat saya sendiri masih ada dan berfungsi dgn baik..he..he..he..

    Komentar oleh YD0NVU | September 17, 2010

  37. Saya sendiri transmit dari cawang,di era 87an,pertama on air pakai tabung 6v6 finalnya 12Gb7.antena long wire…wuihhh senengnya bisa transmit disana, apalagi setelah bisa mengenal DX lokal(sumatra,jabar,jateng,jatim)he..he..he..pulang sekolah pertama yg dipegang solder dan knob oscilator serta receiver,propagasi membuka langsung deh…”CQ..CQ..CQ..disini 2 papa delta dari zero timur,selamat malam..?”…ha..ha..ha…

    Komentar oleh YD0NVU | September 17, 2010

  38. wah mana neh gak ada yg komen lagi??

    Komentar oleh YD0NVU | Oktober 13, 2010

  39. Oom Papa Delta saya masih berharap bahwa temen teman operator cepe meter jangan berhenti memodiv perangkatnya sehingga dapat mengudara di saat ini dengan segala keterbatasannya. Jaim Kebagusan.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Oktober 20, 2010

  40. Bang Jaim,
    he..he..he…iye tuh bang sy aja pengen banget transmit lagi neh,perangkat juga masih ada.kebagusan,cilandak dulu banyak banget tuh men-temen di 100 meter…

    thank’s

    Komentar oleh YD0NVU | Oktober 29, 2010

  41. Terima kasih komennya Oom Papa Delta,Pasarminggu sekitar tahun 80-90an gudang breaker cepean, baik callsigner maupun yang non, tapi sekarang kaplingnya kosong blong. yang eksis kayanya luar dki, kadang kalau lagi iseng monitor.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Oktober 29, 2010

  42. Bang Jaim,
    btul tuh Bang,dulu banyak banget rekan2 dari daerah ps.minggu/pejaten,cilandak dan sekitarnya,mungkin sekrang sudah pada main di band amatir ya..dari cawang sendiri juga banyak men-temen tapi sekarang sebagian pada main di VHF(2 meter)mungkin dalam waktu dekat ini saya akan transmit lagi..habis mau dirikan antena masih takut2 sama cuacanya yg kadang hujan angin plus petir..

    thank’s

    Komentar oleh YD0NVU | November 1, 2010

  43. Syukurlah kalau Oom Papa Delta sudah berkesempatan on air lagi
    Kalau di Pasarminggu yg aku tahu ada sedikit yg pindah kapling
    tapi ada juga yang pensiun ngebrik. Selamat ya Oom Papa Delta bisa on air lagi.

    Komentar oleh jaim kebagusan | November 1, 2010

  44. kalo bisa seh Bang Jaim juga transmit lagi,nemenin saya gitu buat lokal2an dulu,biasanya kalau dah ada lokal yg main plus ada yg monitor pasti tuh gak lama pada muncul lagi deh..men-temen..pasti gatal tangannya buat tuning-tuning lagi…ha..ha..ha..

    Komentar oleh YD0NVU | November 2, 2010

  45. Oom Papa Delta, maunya sih iya bisa on air lagi, tapi tuh kabel telepon dan siaran televisi kurang bersahabat, udahan bentangin 31 agaknya jadi masalah.
    Terima kasih ya Oom Papa Delta mau menanggapi, ocehan saya.

    Komentar oleh jaim kebagusan | November 6, 2010

  46. loh kok bisa ganggu TV ya? memangnya pakai apa tuh finalnya bisa nypleterin TV?…..kalau telpon iya,saya juga masih nyepleterin tapi kalau pakai tanjidor tidak ganggu…denger2 ada yg jual semacam ferit beat seperti toroid,dipasang di kable telpon agar RF tidak masuk,pernah coba belum Bang?

    Komentar oleh YD0NVU | November 8, 2010

  47. Ya bisa wong sama sama menggunakan rf Oom Papa Delta. Saya pernah menggunakan tabung finalnya 12GB7. tentang ferit beat saya belum pernah.

    Komentar oleh jaim kebagusan | November 9, 2010

  48. kalau masuk TV biasanya parasitic osilasinya kurang sempurna mungkin Bang..
    dulu saya pakai R 100 ohm 3 watt tapi R nya yg karbon,bentuknya bulat berwarna merah,dililit kawat e-mail 0,5 mm,11-15 lilitan,kalau masih masuk lilitannya ditambah,demikian Bang..

    Komentar oleh YD0NVU | November 11, 2010

  49. 100 meter band, adalah awal perkenalan saya dengan dunia elektronika. Waktu itu saya di kenalkan oleh tetangga saya (Sugeng Priatno/Issue)yang sering ngebrik dengan TX cepean. Akhirnya saya tertarik dan minta di buatkan walaupun hanya menggunakan Transijedor ( istilah breaker Tanah abang – Jakpus ). Hasilnya cukup lumayan dan hanya menjangkau sekitar satu kecamatan saja (-+ 10 KM ). Dan sampai sekarang saya masih menggeluti dunia elektronika, walaupun sudah tidak lagi ngebrik di 100 meteran, karena lingkungan disekitar sudah sangat sulit untuk membentang long wire. Tapi satu saat saya akan “comeback” ( Insya Alloh ). Salam buat para breaker 100 meteran.

    Komentar oleh azis | November 11, 2010

  50. Terima kasih Oom Papa Delta infonya, akan saya praktekkan nnanti.

    Komentar oleh jaim kebagusan | November 13, 2010

  51. CQ Calling CQ Calling tak tak tak(sambil denger dan liat indikator sinyal radio) disini delta mike zulu cimahi tak tak tak apakah ada yang monitor gituu gantiii >>cerita lagi nge-dx tengah malem buta buat ngumpulin qsl card dr luar kota sebuah kebanggaan kalo dapet kiriman qsl card…hahaha…good memory..

    Komentar oleh deni f | Desember 19, 2010

  52. Kenangan yang tak pernah saya lupakan, Dulu saya menggunakan Tabung Osc 6l6 Untk Final 807, Modulator SK015, pakai Echo Per, Standbya Fee ( kalo off unjungnya bunyi tulalit…hehe…!) Salam buat Mang Pandi, Dodo Djuanda, Adde abtre, Om Sajum, Lady Jean Lokal kopo ( Bandung Selatan ) kapan nih diadakan Rimpel ( Riung Mungpulung ) 100 meter sebandung raya, dulu rumah saya di Jalan Kopo Bandung Blkg Suzuki. ( email : iwangunaone@yahoo.com )

    Komentar oleh Iwan Rogers | Maret 5, 2011

  53. Mudah-mudahan zerobeat nich… kalo TX yang aku pakai Colpit Osc 6AG7, Bufer 6GB7, Pinalnya 2 batang 1625 PSA 450 Volt 200 ma. Ya lumayan dech masih mampu runing buat DX ke luar Bandung selatan.Salam buat Iwan Rogers, Sleting macet, mas Bayu (Trio Brikers Ontrog),juga buat Mas Bon YB1BYY, Yd1CBY di Katapang Bandung Selatan tak lupa Buat Almarhum para mantan Breaker 100 mtr;Tuan Marcos & Mang Abung serta Mang Dayat yang telah tiada semoga amal ibadahnya diterima disisi Alloh SWT

    Komentar oleh Bravo Teler | Maret 5, 2011

  54. kang jaim saya lagi rakit lagi pake transistor sementara dengan Hendra yang dulu di lebak bulus.

    Komentar oleh ragil mudo | Maret 7, 2011

  55. kang jaim saya lagi rakit tansmiter lagi pake transistor smentara saya akan lokal2an dulu dengan Hendra yang dulu di lebak bulus.Sekarang kami tinggal di Gandul Cinere

    Komentar oleh caca | Maret 7, 2011

  56. Anjrit Bravo Teler dimana mana ayeuna, Kangen euy, Minta alamatnya sekarang atau tolong emai ditunggu..!

    Komentar oleh iwan Gunawan | Maret 22, 2011

  57. trims infonya kang Caca, kasih no hpnya kang. terima kasih.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Maret 22, 2011

  58. Kang Ragil Mudo, trims atensinya, kalau berkenan aku minta no yang bisa dihubungi.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Maret 30, 2011

  59. Kang Caca, gimana rakitan barunya yang sama Kang Hendra, sudah jadi apa belum. aku sering buka monitor kok sepi sepi saja.

    Komentar oleh jaim kebagusan | April 30, 2011

  60. jaim kebagusan siapa ya yg ku tau dikebagusan ada mamat gang bakso aku dipasar minggu juga yd 0 eri alias ancemon / ass dari rawa bambu masih ada emang wah bisa kita coba lokal lokalan kalie…

    Komentar oleh pudji | Mei 11, 2011

  61. Kang Pudji saya breaker baru non callsener, tempat saya di belakang kantor Nesley. Saya tahu nama nama breaker ya dari monitor/dengerin radio sw 1 dulu. kalau yang kang Puji sebut malah gak kenal. paling yang saya pernah dengar dulu, seperti Alm Om To dari komp pertanian Pasarminggu, Kang Bonbon dkk Pejaten Barat,Kang ABA Kp. Lima, kang Iwan Jib komp AL, Hendra Lb. Bulus, dll.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Mei 13, 2011

  62. yang mungkin bisa usahain komponen untuk pemancar tabung (6V6, 6L6 dan 807 2 buah segera kirim kabar ya, makasih

    Komentar oleh nur z jepara | Mei 22, 2011

  63. kang jaim bener aku ga jauh aku di komp AL kenal semua yg disebut …salam dah masih ada yg monitor ga ya di sw 1 itu

    Komentar oleh Anonymous | Juni 24, 2011

  64. Met kenal buat semuanya,sy Papa Bravo ( Pangeran Botak ) Lokal sukabumi Barat,
    saya,ingin tanya buat semuanya…..apa masih ada yang masih on-air di SW 1,sy sudah
    rindu banget sama gelombang ombak,…yang cuuuiiiit,…….breakdong

    Komentar oleh Pangeran Botak | Juni 25, 2011

  65. Ka dulur-dulur anu hobby di cepe,hayu urang ramekeun deui di frequensi SW1,kalelersan abdi ayena ngumbara di sumatra-Barat,……Break dong

    Komentar oleh Pangeran Botak | Juni 25, 2011

  66. ayo hidup kan kembali …

    Komentar oleh Anonymous | Juli 1, 2011

  67. aku setuju sekali kang pujui biar pake transistor juga.

    Komentar oleh Anonymous | Juli 18, 2011

  68. Ayo hidupkan kembali 100 meter n 80 meter , aq dari yogya siap zero beat rekan rekan seantero Indonesia

    Komentar oleh nur hasan | Agustus 27, 2011

  69. Walau tinggal kenangan tapi tak akan pernah hilang. Dunia 100 meteren adalah dunia yang paling kreatif di tahun 70-80 thn. Tidak lama saya melalang buana di 100 meteran ( 80 – 90an ) dengan berbagai experimen. Saya tidak lari dai 100 mtr tapi entah pada kemana searang..? Salam dari Breaker Bonlap – Pusat Cimahi 597388

    Komentar oleh Anonymous | September 7, 2011

  70. abib koprekan taon 84 nih cari tanjung,,,,efeni tanjung………gw tungguin di pangkalan udara tni al,,,,021 92809137

    Komentar oleh iman | September 13, 2011

  71. salam kenal” di th 84 ~ 95 di tempatku (tg Priok/cilincing) msh bisa bentang 31 inv V dengan Transmiter Transistor
    5 tingkat pake final 2sc 2290, lumayan buat lokal dan dx sumatra/jawa, senang rasanya bisa rakit sendiri. tapi saat ini rasanya dah ga mungkin on air di cepek met, dah gak ada lahan buat naikin antenna……….yanto(Radio shintink)

    Komentar oleh suyanto | Oktober 10, 2011

  72. salam kenal juga Yanto tj periuk syukurlah di periuk masih bisa bentang antena bisa sekali kali melongok teman teman, salam juga buat ki jagur yg punya semper.

    Komentar oleh Anonymous | Oktober 12, 2011

  73. alo

    Komentar oleh jaim kebagusan | Oktober 12, 2011

  74. Break…salam kangen buat teman2 100m, dari jin tomang bandung selatan, jadi waas bah uwed masih ada gitu ya.?

    Komentar oleh zoemaroz | November 5, 2011

  75. Salam kenal semua nya bermula kelas 2 smp tahun 1983, ortu beli 6L6 dan kelengkapannya ngak sempat dirakit , berbekal pengalaman buat sirene saya rangkai aja . buat tx 1 tabung 6L6 ngak pake trafo langsung pake rectifier colok ke 220V , filament pake trafo 2A > karena salah rangkai RFC nya berasap heheh , benerein lagi ok , pake inverted V , cek output pake bola lampu 5W masukin suara pake ampli > langsung ngebrek walaupun ada suara mesin disel dibelakangnya .. pasang gronding broming hilang ,, Tx ini bisa buat ngebrik dari medan kota sampai aceh , pakan baru , kalimantan bahkan bandung > > Akhirnya dibeliin sama orang tua tabung 807 , Langsung saya tambah 1 tingkat lagi > Tambah ngejoss . Sampai saat ini si TX 2 tingkat masih ada , Tahun 1999 masih saya coba transmit masih bisa sampai bekasi dari depok >> hehe jadi barang antik dia sekarang .

    Komentar oleh David | November 9, 2011

  76. pada ngilang kemana breker cepe pasarminggu ya.

    Komentar oleh jaim kebagusan | November 26, 2011

  77. Met pagi cmua terutama buat lokal jakarta dan jabar, wah ternyata ramai juga nih frekwensi jadi krodit ha ha ha. Salam buat rekan2 semua yg di cepe meter atau 80 meter tranjidor aku juga on air sejak tahun 1993 sampai thn 2000. Buat yg ingin nostalgia bisa kirim foto2 pemancarnya biar bisa mejeng di blog ku dengan alamat email : asucipto@gmail.com Dan juga bisa liat2 foto2 dan teman2 yg masih giat atau mulai meniti kembali di frekwensi ini di blogku : agustomank.wordpress.com

    Komentar oleh agustomank | Desember 14, 2011

  78. Mengenang breaker 100 m band, sungguh mengasikan, bayangkan, gara2 pengin komunikasi harus nunggu tetangga ngak hidupin tv alias tetangga udah tidur, alhasil larut malam dech, dan sore hanya sesaat, sampe harus berantem sama tetangga. Semoga pengalaman ini ngk terjadi pada teman2 yang lain.
    Namun sekarang saya pun masih eksis di dunia breaker, namun udah pindah kota, ngak lagi di Jakarta, namun di Kota Tegal, Jawa Tengah.
    Dengan tekhnologi perTVan yang sudah canggih, ngak ada lagi istilah splitter dan perakitan yang lebih baik…
    Silahkan kutunggu dengan OSCAR DELTA RADIO RONGSOKAN DI KOTA TEGAL, sekitar frek 3,6 MHz dan 4,125 MHZ.
    SALAM KOMPAK

    ODIK TEGAL

    Komentar oleh SODIKIN | Desember 14, 2011

  79. Buat Radio Sempeng Padang Sidempuan apa boleh saya minta skema pemancar 80, 3 Trap yang menggunakan D313 dab C1061. Kalau bisa tolong ya kirimkan ke email saya ( zulkarnain_husin@yahoo.com ). Terimakasih sebelumnya.

    Komentar oleh Zulkarnain Husin | Desember 14, 2011

  80. Ternyata masih ada komunitas 80-100 Meter…..
    Banyak kenangan di masa lalu, seni nya saat ngerakit pemancar tabung untuk bisa nge_break di frequency SW1 dan nge_broadcast di frequency AM……..dah lama nggak pernah ngedial di frequency ini….., apakah masih ada yang zero beat disana.

    Salam kenal semua nya.

    Komentar oleh Rudolf Worotikan - Call Sign 'Bobo - Depok' | Desember 22, 2011

  81. ah jadi inget masa smp nih ngebrik pake pemancar ginian 4 tingkat pake spul dililit di core bekas cangkang negativ film trus pake ot240 ….dimana ya…masih di gudang apa udah dilelang

    Komentar oleh abah | Desember 23, 2011

  82. Ass..wah msh eksist pak?perangkat saya yg tabung dan transistor ud saya mesiumkan..saya iwan.. smenjak dr tahun 1993-1998 aj aktif homebrew di cepekmeter..saya di kawasan jakarta timur,lokal saya dulu alfawisky daerah kalimalang,saiful di jl. pramuka,YC0FAA cipinang elok,jimie di cipinang perumpung..wah klu di sukabumi msh eksis bagus jug tuh..saya kebetulan saat ini lg dipelabuhan ratu,dulu ad callsign namanya Pedro tp gk tau rimbanya..

    Komentar oleh irwan iswadi | Januari 3, 2012

  83. hi hi hi.. seneng juga inget jaman 80, main cepe meteran.. waktu itu tv masih belom 24 jam , jadi masih enak, setelah tvri turun, kita gantian naik…. dulu saya di jakarta timur, kayumanis…hi hi hi.. saya masih nyimpen 807 1 biji sam 12GB7 1 biji kalo ada yang mau, kontak aja.. sayang nggak dipake lagi,dari pada pecah…

    Komentar oleh Anton Arry | Januari 3, 2012

  84. asslmkm, bpk yg punya blok ini met kenal jg tuk cepener dislrh nsntra, betul mengenang masa silam sgt indah baik mns atau pht tetep indah, pengen ngebrik puya 100an tp ga ada duit, akhirnya dtg k cepener yg blm kenal (pede)dan kenalan smpe dtg setiaphari smbil nyolong ilmunya,sampe tau cara ngebrik, kemudian di ksh ksmpatan ngebrik bdn ngemeter n brkergat, saking seneng n haru.trus banyak kenalan d 100m hinga semua nyumbang komponen tuk bikin tx,yg krg sy cari disluruh tk loak di jkrta trmsk poncol,nutur berblan bulan tdk dpt maklum,anak baru gede msh awam ama elektronik apa lg ama 100m, sgkatnya 100m jadi.sampe skrang tuh tx msh d simpan, krna udh punya 4 monic ruang sempit itu kndala sy mo on air lg, klo dulu msh bujang,doakan insallah bisa on lg.dg besar harapan smg senior/yunior 100m sht ,exis,dimurahkan ri8zkynya dan bisa kopdar lg, amiiiin…wsslm. 73 cerrio…

    Komentar oleh denny zaenuddin | Februari 14, 2012

  85. aku setuju bung denny menghidupkan cepe meter.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Februari 15, 2012

  86. aslmkm bang jaim kebagusan, trims comentnya,abang slh satu cepener senior yg sy tau, smg sht skluarga,apa msh monitor rekan2 kita yg dilokalan timur dan ps. minggu. gmn abang sendiri msh on air ?, dan banyak skema tabung dirumah ? blh sy main ke rmh abang tuk belajar.trims e mail saya : zaenuddin.denny@yahoo.co.id hp.02183667432 lokalan. condet bale kambang jaktim.salam jabat erat buat rekan2 cepener yg sdh mangkal diblok ini. bravo !!! 100m…..

    Komentar oleh Anonymous | Februari 24, 2012

  87. terima kasih komentarnya kang denny, alhamd kami sekeluarga diberi kesehatan oleh allah swt, semoga kang denny sekeluarga dekian juga. tentang on air saya kesulitan di tenpat tinggal, maklum diperkampungan kumuh. rasa sih ingin ngebrik lagi. salam hormat untuk keluarga kang denny.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Februari 25, 2012

  88. problemnya sama dg sy, daerah kumuh sulit bentang 31, pernah sy minta model 31 yg praktis sesuai lokasi sy dgn mas agustomank dan rkn2 lain terutama jmlh hitungannya, jk dpaksakan sih bisa tuk radius +/- 5km, bgimna lokalan sdh tdk ada tanda2 khidupan lagi, sy hrs cari khdpan di tempat lain (lokalan luar) inilah problem sy, sprti sy di smp mulai mgenal elktrnc/100m.apalagi usia akn msk kepala 5an,jk dulu msh bujang kemana,cari apa,jam brp tdk pikir 2x ok aja, kumaha engke wae..!.skrg monic udeh 4, hrs pntar2 ngtur waktu,msh bujang ngeDX yg asyik tngah malam mnjlng pagi freck clear,lokalan/spleteran ga ada, skrg ada istri klo malam minta di dx jg (klonan),he…he…he… tolong… tolong…!!! kita yakin disini tdk sendiri kita punya banyak saudara diblok 100ner,mereka pasti..! membantu kita melalui informasi tecknologi cangih ini.
    ,Anak cepener anak kolong
    waktunya habis melebihi kalong
    Biarkanlah berjalan seperti ini
    Demi ilmu yg luhur tuk anak cucu dan pewaris lainnya nanti

    permisi dulu ach..! ma yg punya meter ini, jg bang jaim, bang agustomank, semuanyadeh tdk bisa sy ketik satu persatu,semua comentnya sdh sy baca dari alpha -zulu. cheriooo…, because 807 udh marong dan tetangga laporan gambar TVnya tebalik.langsung closing down . TQ semua

    Komentar oleh Anonymous | Februari 25, 2012

  89. Dial sana dial sini……Kamarana atuh urang cepean teh nya ayeuna,parangsiun teu puguh……,
    Ah barangkali ada harmonicnya di freq.mang google,iseng2 ngetik radio amatir….eh purudul aya bacaan cepemeter…..langsung sirobeat aja…

    Break…….Disini Golf Alpa alias Be young RF dari Puncak Cipanas apa masih ada yg monitor,maklum sekarang antenanya cuman pakai 2Cm(2.4Gb),terpaksa bergeser freqwencynya terimbas waktu dan zaman,di
    freq 100meteran suasana sudah hening tiada kawan2 yang onair.
    Duh…..terasa kasuat-suat hati ini kalau mengenang masa2 di cepean yang penuh dengan kenangan,berat rasanya terhapus dari ingatan,Lebih dari 23 tahun nyublek nyanghareupan RF tabung Six one four
    six, 807,813 wah…….pokonamah moal kaubaran ku perangkat lain walau perangkat kiwari cararanggih,tetap tak akan tergantikan lalakonnya mah.
    Sampai sekarang saya masih terus mengikuti perkembangan teknologi Frequency dari era 3,5Mhz,27Mhz ,144Mhz pernah juga bergulat dengan freq Modulasi(Radio Broadcasting)sampai sekarang bergeser pada freq microwave. Ah….tetep 100meter yang top mah,hese nyaritakeunna…….Penuh perjuangan(dari sulitnya mencari skema TX sampai mencari komponen)Saking hayang bisa ngudara teh,komo bari jebol Trafo kudu ngagulung sorangan,Elco meletus,Tabung marong,Kenteng diawuran keusik kutatangga lantaran TV na jujuralitan jeung sajabina……………………………………………………………………………………………

    Semua itu tinggallah kenangan menjadi sejarah perjalanan,bersyukur masih ada kesempatan menyaksikan perkembangan teknologi yang begitu pesatnya,dalam hitungan detik teknologi terus menunjukan kemampuan dan perobahannya tak terbendung.
    Namun sayang terutama untuk kebanyakan masyarakat bangsa Indonesia.kemajuan teknologi kini tidak sejalan dengan kemampuan memahami menguasai teknologinya,yang ahirnya hanya sebagai konsumen (user). dilalap oleh barang china Habis dah……
    Salam sejahtera untuk semua mantan breker 100an,dengan adanya blog cepemeter ini,semoga bisa mengobati dan kembali mempererat silaturahmi kembali.

    Komentar oleh Be young RF | Maret 1, 2012

  90. aslmk, bang ‘BYR’ mat kenal dg sy budak jkt, smg sklrg pd sht !, jk dicipanas msh onair syukur, krn lokasi di sana msh luas didukung datarannya tinggi daerahnya tdk padat/kumuh sprti di jkt.

    insyallah jk 31 sdh diri tak zerobeattin atau sy singgah di cipanas puncak,krn sy suka bolakbalik ke mertua di bandung.

    jgn lupa jk sy dtg sediakan jagung rebusnya !, bang BYF mau dibawakan apa ?. salak condet ya?
    ok deh salam buat anak kalong lokalan dicipanas dan sktrnya.

    Informasi : jika rekan rekan ingin membentang 31 (Antena) silahkan hub kami, dgn tenaga yang profesional penuh dgn pengalaman untuk panjat pohon setinggi apaun sesuai permintaan anda
    jg dgn waktu singkat, dengan biaya GRATIIIIISSS….!!! (Tanpa dipungut biaya sedikitpun)

    karena sy yakin sesepuh dan abang2 kita di 100m amblas krn 31 pada roboh, jadi malas dan kesulitan tuk manjat pohon, tdk sprti muda dulu, coba jk 100m bisa pakai anten 2meteran/buntut tikus, yakin 100m tdk ada matinya, moga2 rekan2 kita dpt menciptakan 31 model buntut tikus.amin!

    wslmlkm, jabat erat utk “BYF” dan 100mner dimana saja, krna akan berkumandang azan dimushollah tx sy masuk di TOA mushollah. trim 73 cherrio…!!!

    Komentar oleh Anonymous | Maret 3, 2012

  91. jamn jadulll rogerr gtu gganntiii….

    Komentar oleh zie | Maret 6, 2012

  92. dimana ya dapatkan skema (pcb) pemancar transistor, sy mau beli, coba2 ngerakit jenis yg kecil2an, tolong sobat2 informasinya ditunggu. trims

    Komentar oleh Anonymous | Maret 13, 2012

  93. Ada sedikit tambahan, coba beli online melalui store disini http://store.elsevier.com/Build-Your-Own-Low-Power-Transmitters/Rudolf-F_-Graf/isbn-9780750672443/ paling tidak kita mesti membuat akun (create account) dulu.

    Semoga membantu anda.

    Komentar oleh Rudolf Worotikan - Call Sign 'Bobo - Depok' | Maret 14, 2012

  94. ok, trims atas bantuannya serta informasinya Bang rudolf ‘Bobo-Depok’ dan met jumpa /kenal dgn anda, gmn kbrnya masih aktif 100m? sy mau coba eksperimen dr trans yg kecil2 dulu kalo tabung ada digudang, kalo abang gmn ?.

    Komentar oleh Anonymous | Maret 16, 2012

  95. Saya sudah cukup lama tidak aktif dan bergelut lagi dengan 100 meteran, dulu tahun 80 an saya suka experiments dengan solid state NPN juga PNP baik menggunakan koker diameter 5mm sampai dengan menggunakan koker diameter 15-20 mm untuk oscilator nya baik colpitts oscillator-hartley oscillator, biasanya saya merakit 4 tingkat.

    Dengan tabung 12ax7/6v6 – buffer 6l6 – final 12gb7-6146-807.

    Cerita dulu sangat mengasikkan, apalagi kalau lagi nge_zerobeat ke frequency sampai bunyi-bunyi tuh radio.

    Serta sempat ngebroadcast di AM dengan memperpanjang lilitan pada oscillator.

    Dulu waktu saya main di AM ngebroadcast, rekan-rekan saya serta warga sekitar saya, turut mensupport baik naikkan antenna ke pohon kapas dengan di tambah bambu, jual atensi buat beli kopi-rokok dan gorengan serta banyak cewek yang datang, untuk melihat….maklum suara ada di radio dan masih bujang….apalagi kalau lagu yang di putar mengenai hati ….mereka, he..he..he.

    Anyway, mau transmit dimana…..?, sepertinya lahan nya masih lebar disana.

    Have a Nice Weekend.
    Cheers.
    RW.

    Komentar oleh Rudolf Worotikan - Call Sign 'Bobo - Depok' | Maret 17, 2012

  96. Yang mau membuat pemancar transistor silahkan mampir aja di blogku

    Komentar oleh agustomank | Maret 28, 2012

  97. Ass…Jadi ingat masa lalu euuuy…..kapan atuh re uni an cepe meter zaman baheula…

    Wass …. : Sariman Prawira ( YB1BEN )

    Komentar oleh Sariman Prawira | April 17, 2012

  98. rekan rekan breaker cepe dari pasarminggu, rupanya sudah pada tenggelam, di udara sudah tak terdengar suaranya, di halaman ini juga gak ada coretannya, kasihan deh.

    Komentar oleh jaim kebaguban | Juni 27, 2012

  99. Membaca blog ini saya jadi inget masa lalu tahun 80-90 an, masa dimana dengan keterbatasan komponen tapi bisa merakit sebuah pesawat radio, kangen dengan keakraban rekan2 di 100 metearan. Dan tidak pernah saya dapatkan di frek lain. Kebetulan saya masih menyimpan banyak komponen untuk merakit lagi Pemancar cepean menggunakan Lampu tabung dan mau coba rakit lagi utk mengobati rasa kangen….. salam dari Lokal Bintaro Jakarta Selatan

    Komentar oleh iis / Bintaro | Juni 28, 2012

  100. yg butuh spear part 100 meteran silahkan 021 92809137

    Komentar oleh Anonymous | Juli 20, 2012

  101. Yg ingin on air atau mengenang masa2 di cepe meter bisa ikut di fb komunitas radio bodol 80 meter

    Komentar oleh Agustomank | Juli 21, 2012

  102. ass saya pendatang baru nich ingin ikutan boleh….saya , seira bravo dari condet gg lanang , tapi abdi teh tos ngalih kapasar rebo kalo boleh mah saya akan setembay disin ,salam 88 kang agus sama semuanya aja… terimakasih

    Komentar oleh Kapal Goyang | September 10, 2012

  103. kang agus pijem meter buat minta riport sama kang jaim nih ;gimana kang jaim kabarnya apa bisa di rojer gitu gimana seira bravo qsb ngga di kebagusan….he he he

    Komentar oleh Anonymous | September 11, 2012

  104. Jangan pada malu biar technologi th 50an, tabung tetap yg terbaik untuk tx, amp hf, vhf, audio dan harganya sangat sangt mahal karna kehandalannya, Jadi kita harus bangga klo bikin tx, booster hf, vhf tanpa skema, karna tabung uda jadi santapan sehari hari. Sampai skrg masih ada di freq 3,4- 3,6 bahkan melebar ke 4,1 mhz. Ratno. Ir Sableng. Kby lama Jaksel.

    Komentar oleh Anonymous | September 24, 2012

  105. Kang Denny maaf sdh beberapa saat saya absen disini tapi tetap ngedrik di cepean paling familier. Di Kebagusan s.d. sekarang tdk ada yg muncul di udara. tp hampir tiap malam muter muter radio sw utk denger sdh ada kawan apa belum yg ngebrik lagi. Salam hormat untuk Kang Denny dan keluarga.

    Komentar oleh Anonymous | November 12, 2012

  106. waas, lah. walau di thn 80an sy pake 11m di bandung, tp suka juga denger muter2 di SW. kacipta haneuteunna baheula nya. moal bisa terulang jigana….

    Komentar oleh Kang Kalih | Februari 18, 2013

  107. Asss Wr Wb juragan juragan mantan cepean ……. selamat malam Boss Caca…. met malam Om JAIM…. met malam Om Agus Tomang…. met malem semua…. moga kabar baik semua….. kapan dimulai lagi bikin lokal lokalan cepean lagi…..?…. harus ada yg memulai panteng signal lagi nih ….. hehehhe……

    Komentar oleh Hendra Lebak bulus | Februari 21, 2013

  108. Hello just wanted to give you a quick heads up and let you know a few of the images aren’t loading correctly. I’m not sure why but I think its a linking
    issue. I’ve tried it in two different browsers and both show the same outcome.

    Komentar oleh Credit Cards | April 26, 2013

  109. hari gini apa masih ada yang break…break…gak ya….??

    Komentar oleh Anonymous | Mei 16, 2013

  110. Hallo sodara-sodara cepek meter … saya monik monik koq tambah sepi …. ayo kita hidupkan lagi frekwensi kolong …

    Komentar oleh Anonymous | Mei 26, 2013

  111. menggunakan antenna hellical model L nampaknya bisa untuk 80 meter bang, radial berdiri di gulung pada pipa paralon 3-4 inchi satu batang (empat meter), demikian juga dengan radial yang “tidur”. Jika tempat memungkinkan, sebagian kabel di olor (dikeluarkan dan di bentang) sesuai ketersediaan tempat atau ditambah pecut untuk radial yang “berdiri”, misalnya 3 sampai 5 meter pecut, sisanya di gulung pada paralon 3 – 4 inchi.

    Komentar oleh Anonymous | Mei 26, 2013

  112. Kang Hendra gimana kabarnya. Jaim Kebagusan

    Komentar oleh Anonymous | Juni 21, 2013

  113. Setuju sekeli harus ada yang mulai ya Kang Hendra Lb. Bulus. Jaim Kebagusan.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Juni 21, 2013

  114. tuk rekan2 mantan cepe mtr…ayo ramaikan lg frekwensi…sy sendiri vacum 20 thn trus baru 2 bulan ini aktif lagi..wah sungguh mengasikan bisa contact2 lg di frekwensi walaupun frekwensi sekarang tidak sebening dulu tapi masih banyak rekan2 dari berbagai daerah yg masih aktif…jika tabung sudah susah gunakan aja transistor mosfet dengan 1 buah aja dan tegangan bisa digenjot sampe 100 volt hasilnya signal lumayan besar hampir sama dengan tabung dan tuk rekan2 yg area rumahnya terbatas…ini juga kendala saya lama tidak on air walaupun selama 20 thn vacum tapi sy masih tetap setia monitor frekwensi ini…akhirnya dengan area rumah terbatas maklum tinggal dikomplek .2bulan yg lalu sy nekat bentang antena dengan pola seperti hurup Z..ternyata hasilnya lumayan bagus dengan tx 1bh mosfet sy dah contact2 dgn rekan2 luar kota bahkan luar pulau(lampung)…antena sy bentang open dipole….18×18 mtr…..sisi A dibentang 9meter sisanya dibelok2kin begitu juga sisi B yg dibentang 9meter sisanya saya belok2in aja …silahkan rekan2 coba agar frekwensi cepemeter jaya lagi…sy tunggu difrekwensi….by cherio.

    Komentar oleh kimunk | Juli 19, 2013

  115. oh iya tambahan nih…sebelimnya saya juga pernah coba antena yg pake gulungan L atau paralon ditiap sisinya tapi hasilnya tidak optimal malah lebih bagus open dipole walaupun dibelok2in agar cukup 18×18.

    Komentar oleh kimunk | Juli 19, 2013

  116. Om JAIM….. kabarnya baik …alhamdulillah….. baru baca lagi nih,,, kapan ketemuan…. ane masih sering ketemu sama bang WARDI… tapi bulan puasa ini belum ketemuan…. bisa call di 41290649…. ane udah on air di 2 meter nih…

    Komentar oleh Hendra lebak bulus | Juli 30, 2013

  117. buat om kimung…. radionya masih mancar gak…..?

    Komentar oleh Hendra lebak bulus | Juli 30, 2013

  118. mancar dari mana om KIMUNK ?

    Komentar oleh Hendra lebak bulus | Juli 30, 2013

  119. bung Hendra salam kenal…..tx masih transmit dari banten.

    Komentar oleh kimunk | Juli 30, 2013

  120. iya bang KIMUNK… salam kenal kembali… saya juga lagi ngumpulin alat alat lagi buat tabung… kangen bisa kaya dulu lagi…

    Komentar oleh Hendra lebak bulus | Juli 31, 2013

  121. iya bung Hendra smoga cepet jadi tx nya…sama sy jg pengen pnya tx tabung dulu taun 90an masih skolah ga sanggup beli tabung..skarang malah susah nyari tabungnya,tadi sore sy baru borong 6AQ5,6L6 sama 807 4 biji mudah2n selamat dijalan ga pecah…

    Komentar oleh kimunk | Juli 31, 2013

  122. Oke bang KIMUNK…..mantaaabb… moga lekas jadi 807 nya…. nanti kabari yaa… biar rame lagi… Insya Allah segera nyusul…

    Komentar oleh Hendra lebak bulus | Agustus 2, 2013

  123. ckckckc.. dari 2008 ampe 2013 msh ada yg koment.. wuih.. ternyata komunitas cepek’an g ada matinye… 73

    Komentar oleh january jagakarsa jak-sel | Agustus 12, 2013

  124. kang Hendra aku coba nelpon ke no NT gak nyambung. Jaim 081911203812

    Komentar oleh Anonymous | Agustus 21, 2013

  125. Kang Hendra mancar 2 M di kanal berapa ?

    Komentar oleh jaim kebagusan | Agustus 21, 2013

  126. Kang Januari masih di Jakarta ya. tolong dong halo halo yg bisa pihubungi.Terima kasihh. Jaimj Pasarminggu.

    Komentar oleh jaim kebagusan | Agustus 21, 2013

  127. hehehehe.. kang jaim rupanya msh setia di 100m ya… bisa hub di
    0852-16123720

    Komentar oleh january jagakarsa jak-sel | Agustus 22, 2013

  128. Ter4ima kasih tanggapannya Kan Januari aku ikut di 2meteran juga Kang

    Komentar oleh jaim kebagusan | Agustus 23, 2013

  129. ane punya masih ada 3tk dgn final 807…:)

    Komentar oleh ayah thari | November 20, 2013

  130. gila bner…..ternyata masih banyak juga yang pengen ON atau masih tuning varco di cepek-an..
    salam hangat dan salam sejahtera tentunya buat rekan2 cepek-an…
    meski sudah tidak muncul lagi tapi masih sering Monitor di radioo cawang milik mbah hehehe
    sekarang saya muncul di 2m band tuk Pantauan Merapi…
    kang JAIM jagakarsa komp Guru, Om hendra Lebak Bulus, kalo masih inget alhamdulillah.
    saya anto yg di CILANDAK sekarang sudah merapat di Lereng Merapi Jogja, salam buat lokal2 cepek di jakrta, kangen rasanya pengen bisa kumpul dengan teman2 lam…
    demikian 813 cerio………..

    Komentar oleh anto cilandak | Desember 2, 2013

  131. saya masih ada komplit tx 3 tingkat os 6v6, drf 6l6, fnl 807 X 2

    Komentar oleh wian | Desember 16, 2013

  132. ayah thari dan wian pesawt tx nya yg 3 tingkat mau dilepas tidak saya minat??tks

    Komentar oleh kimunk | Januari 10, 2014

  133. Salam kahgen juga Kang Anto. maaf lambat menaggapi.Aku pindah ke Bojong Gede Bogor. Jaim.

    Komentar oleh Anonymous | Maret 30, 2014

  134. Tuk rekan2 cepek meter mari kita bangkitkan lagi, kendala utama kita adalah antene tapi jangan hawatir ada solusinya yg penting niat kita dulu untuk kembali mengenang masa lalu saya dulu lokal cirebon, pindah ke lokal balikpapan kemudian ke malang namun tdk aktif dan sekarang di cimahi Insya Allah dalam waktu dekat akan m3ngudara ada tdk ada rekan yg penting mengudara….

    Komentar oleh 2yo/john teler | April 8, 2014

  135. dah susah cari varco , boleh nih kalau ada yg mau panteng signal 100 m gimana rekan cimahi john teler dah mulai bellon (dari 100 meter pasar minggu) nunggu

    Komentar oleh naufal | April 22, 2014

  136. salam kenal kang ti Pekanbaru Riau

    Komentar oleh Syaifulful | Mei 5, 2014

  137. wah saya kangen lagi dengan tx dijaman aku masih sma dulu sekarang pemancarnya sudah pada berantakan dan banyak yang sdh hilang , pingin rasanya saya membangun lagi, kalau lampu lampu masih ada, dan pemancar 80 mteter sampai 200 meter masih ada, cuman power suplaynya harus buat lagi, siapaya yang bisa bantu saya tinggal di depok.

    Komentar oleh johny poelman | Juni 25, 2014

  138. Klo ada yg masih igat qu Herland ( hotel romio nenen ) dri jakpus seputaran blora tepatnya di jln martapura 3 local tanah abang…..

    Komentar oleh Anonymous | Agustus 6, 2014

  139. kucing hitam palembang selatan brek brek coi apokabar cs seluruh indonesia yang mase ingat yoyok ,g plg

    Komentar oleh Anonymous | Agustus 31, 2014

  140. wiro jogja..ayo bangkit lagi..sekarang yg ramai di 80 meter..aku udah mulai pasang

    Komentar oleh nur hasan | September 21, 2014


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: