Komunitas Breaker 100 meter era 70-80an
Bisa jadi, tidak banyak orang yang tahu bahwa di Bandung pada tahun 70 sampai awal tahun 80an pernah terbangun sebuah komunitas yang penuh dengan dinamika keakraban berbasis teknologi frekuensi radio. Orang kebanyakan hanya tahu CB atau dua meteran , radio OZ, Mara, Megantara, RRI, atau radio Garuda yang beken karena dongeng Kang Rahmat Dipraja, bahkan hanya tahu radio Dahlia yang pernah punya program siaran dongeng pasosore abah kabayan dengan “Si buntung jago tutugan”
Komunitas itu adalah pengguna frekuensi radio 3 MHz dengan gelombang radio 100 atau cepe meter, dan para penggunanya sering menyebut dirinya “barudak cepe”. Seringkali frekuensi ini disebut frekuensi “kolong” /underground/ karena tanpa izin secewirpun dan frekuensinya sedikit lebih rendah dibandingkan dengan komunitas pengguna frekuensi berizin yaitu 3,5 MHz (80 meter). Call sign nya pun sesuai selera masing-masing dan terkesan seenaknya “Depong”, “Jean Belel” , “Badjred” , “Komeng” , Bejo”, “Klerer” “Kebo” dan banyak lagi. Tentu saja callsign seperti itu tidak akan pernah menggambarkan apakah briker senior atau bukan seperti pada callsign ORARI yang didahului YD, YC atau YB sebagai simbol kasta senioritas dan ketrampilan beramatiradio. Namun di frekuensi “underground” cepemeter inilah justru nuansa kreativitas khas Bandung terlontar.
Jika ingin berkomunikasi dengan sesama breaker, maka kita harus menyamakan frekuensi pemancar (TX) kita dengan pemancar yang sudah “on air” duluan . Caranya adalah dengan memutar-mutar variabel condensator logam pada rangkaian osilator pemancar sampai frekuensinya sama (zero beat). Proses penyamaan frekuensi ini sangat membutuhkan “feeling”. Jika frekuensinya sudah sama, maka kita tinggal tereak brik…brik ! Tentu saja bermain dengan TX model begini membutuhkan pengalaman cukup agar bisa trampil. Tidak seperti pesawat komunikasi CB atau 2 meter yang tinggal trek…trek memutar nomor chanel. Obrolan di 100 meter bersifat terbuka dan dapat didengar oleh siapapun yang berminat mendengar, asal punya radio transistor SW band. Oleh sebab itu, para pemain cepemeter terkadang suka iseng menjadikan pemancarnya studio radio siaran liar (broadcasting) dengan memutar lagu populer sambil bercuap layaknya penyiar radio kawakan.
Komunitas cepe meter mungkin “eksklusif” karena tidak semua orang mampu berkreasi, sabar berekperimen, atau menyolder komponen elektronik agar bisa meningkatkan daya pancar dan kualitas audio pemancar (TX). Ada nuansa lomba kemampuan terselubung dalam proses ini, tapi justru inilah kekuatan komunitas cepe meter menjadi lebih mengasikkan. Dorongan untuk terus belajar teknologi radio pada sesama anggota komunitas dan berekperimen menjadi sebuah candu yang membuat cepemeter sulit ditinggalkan. Dibandingkan dengan alat komunikasi yang “branded” seperti yang digunakan oleh CB dan 2 meteran, 100/cepe meter lebih menantang , termasuk tantangan bagaimana terhindar dari sweeping..!
Pemancar (TX) yang digunakan semuanya adalah rakitan dan sebagian besar menggunakan tabung radio yang dirangkai bersamaan dengan capasitor , resistor, varco logam dan beberapa lilitan untuk menentukan frekuensi kerja. Umumnya TX ini terdiri dari Osilator (tabung 6v6,), buffer (tabung 6L6) dan final (tabung 807 atau 813). Komponen utama tabung inilah yang membuat kita harus hati-hati menggunakan TX, karena memerlukan voltase tinggi untuk bisa bekerja yaitu antara 400 -1000 volt yang dinaikkan oleh trafo yang dipesan khusus dari pasar cikapundung. Frekuensi kerjanya adalah 3 Mhz maka panjang gelombangnya sekitar 300 : 3 = 100 meter. Dengan menggunakan antenna ¼ lambda maka panjang antenna harus minimal 25 meter. Itulah sebabnya para anggota komunitas cepe meter sulit menyembunyikan diri dari sweeping karena di rumahnya terbentang kabel antenna dari depan rumah sampai belakang dengan menggunakan tiang bambo. Beberapa cepener mencoba bereksperimen dengan antene lebih pendek dengan mengulungnya pada pralon, namun hasilnya ngaberebet ke TV tetangga. Sekali lagi itulah salah satu dinamika bermain di cepe meter….lucu, menegangkan,….tapi menantang untuk lebih kreatif !
Sekarang teknologi komunikasi sudah banyak berubah, ekpresi kreativitas tidak lagi digelontorkan di cepe meter, tapi di blog situs atau frekuensi lebih tinggi (VHF) sehingga antenapun tidak perlu dibentang oleh tiang bambu, tapi cukup dengan setengah meter batang alumunium, bahkan hanya disisipkan dibalik casing sebuah handphone…..Namun prinsip kerja pemancar pada dasarnya sama…Itulah sebabnya banyak alumni cepemeter berkiprah di dunia teknologi komunikasi radio frekuensi tinggi seperti HP atau studio radio siaran dan siaran komunitas yang bekerja dengan sistem modulasi frekuensi.
Briiik, brik…brik ! brik atuh euy ! sero bit teu yeuh…Juit…juit..deb….! Go head …(njir..)
Dikutip dari : Kang Aom di : BANDUNG intensive care
97 Komentar »
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
Banyak kisah terukir dalam perjalanan hidup. Ukiran dinamika hidup sering kali kita torehkan bersama dalam sebuah media komunikasi tanpa tatap muka. Radio Frekuensi 3 MHz dengan panjang gelombang 100 meter adalah salah satu pilihan warga Bandung tahun 70 sd awal 80an sebagai ekspresi kegemarannya dalam mengutak-ngatik komponen elektronik. Pilihan 3 MHz atau sering disebut sebagai gelombang cepe (100 meter) banyak dipilih sebagai media komunikasi karena menjanjikan kebebasan ekpresi keakraban dalam berkomunikasi dibandingkan dengan komunitas lain yang secara kaku terorganisir dengan nama “Call Sign” dan terkesan berkasta. Di cepe meter deskriminasi senioritas dan kasta dikubur dalam-dalam, keakraban, kesejajaran….kekeluargaan …silih asah silih asih dan silih asuh…sangat dikedepankan untuk saling meningkatkan kemampuan Pemancar (TX).
Bagus dan sangat-sangat bagus serta mengenang masa-masa lalu yang dimana bisa experimen dunia komunikasi dan ngutak ngatik perangkat pemancar (TX)maupun audio serta peralatan elektronika lainnya.Mungki bisa disebut cikal bakal pengembangan dunia komunikasi, dimana sekarang ini dengan teknologi mutahir lahirlah sebuah komunikasi yang sangat simpel yaitu Handphones.
Reply :
Betul kang, teknologi komunikasi saat ini sudah berkembang jauh dibanding 20 tahun lalu. Kita mencoba eks cepe meter untuk ngigelan perkembangan teknologi, bermodalkan semangat dan kreativitas cepener….siapa tahu bisa menyaingi kaskus…he…he….he
Artikel yg menggugah dan mengenang masa lalu saya, melihat fotonya sungguh teringat masa lalu, ketika harus mencari komponen dipasar loakan karena barang tabung dan komponen lainnya yg langka.
Salam buat Dindin/Capung, kayaknya saya kenal….!!!
bagus sekali artikelnya.
Juga buat DAWALA dan team redaksi, semoga cepean bisa terbuka pikirannya melihat perkembangan teknologi saat ini.
Satu hal di cepean yg tak pernah saya lupakan, kita dituntut mental yg kuat, kegigihan dalam menyelesaikan masalah teknis dgn alat seadanya, sehingga jiwa kita dibentuk menjadi kuat dan tangguh.
Harapan saya :
Jadikanlah teknologi sebagai alat bantu untuk kebaikan.
Jangan biarkan teknologi memperbudak kita menjadi keburukan.
Mari kita ramaikan situs cepean ini karena inilah salah satu teknologi dimasa kini yg harus kita jadikan sebagai alat bantu.
Salam buat semua….
Nuhun ka Redaksi, Kang AOM/Dindin/Capung/Dawala sareng Cepener nu sanesna.
dari redaksi :
Mencari komponen TX memang bagian dari dinamika bermain di cepe meter. Terimakasih atas komentarnya.
Salam kembali dari Dindin Capung….Kalau nggak salah dulu pernah berkunjung ke Srimahi bareng sama Iwan badjred….(YD1 IZT)
Ya….mudah-mudahan alumni cepe meter bisa memfasilitasi pembangunan Radio Komunitas FM di daerahnya masing-masing. Kita sedang mempersiapkan postingan tentang “Radio Komunitas FM”
Cerita mengenai para senior cepe meteran dah lama saya cari, baru sekarang menemukannya, sungguh sebuah kenangan yang tak terlupakan …, saya mulai mengudara di cepe meteran sekitar tahun 83 an, saat itu saya masih smp … hayang tx cepe meteran saya nepi ka mogok teu daek sakola, akhirnya ku pun biang di pangmeserkeun, tx 6L6 finalna 807, abdi emut keneh pun biang dugi ka ngical emas 3 gram harita tehhhh, ……
sakitu heula ahhh, kang ku abdi bade di wawarkeun di website abdi nuhunnnnn,
Dari redaksi :
Ya….banyak cerita seseorangan ingin punya TX yang pertama. Kalo akang mah pedah bosen monitor lagu di MW band, terus cutrak cetrek ka SW band. Rada aneh harita mah aya nu ngobrol na radio sakali sewang, bari jeung brak brak brik brik roger gohed sagala. berminggu-minggu terus monitor, beuki tertarik yeuh…Cari info sana sini….Dulu belum populer mbah google teh. Akhirnya saya nemu diktat pelajaran “Teknik membuat pemancar (TX)” buatan STM PRAKARYA di Toko Murni Baru Kosambi…Komplit pisan penjelasannya (duka aya keneh henteuna eta STM teh) Dari buku itulah saya mulai merakit TX untuk pertama kalinya…Selanjutnya eksperimen dan eksperimen….
Hatur nuhun kasumpinganana sareng mangwawarkeunnana..Salam pangwanoh.
Selamat atas temukangennya………mudah2an situs 100m ini jadi acuan untuk belajar elektronik dan sejarah elektronik khususnya mengenai TABUNG dan TRANSMITER………………
BR
benk-bek
bandung
Dari redaksi :
Insya Allah jadi harapan semua….Jika kita googling mengenai elektronik tabung, sungguh sangat indah tampilannya….Jadi Tabung masih ngetrend di kalangan jetset. Hatur nuhun komentarna
Waduh lagi cari-cari gambar pemancar sw eh ketemu blog ini. Waduh tambah seneng deh saya. Baru sebulan terakhir ini saya lagi rajin lagi bikin TX, sekarang pake 807 empat batang. Wuih ribet-ribet enak. Kalo bisa tambahin di blog ini skema-skema TX, baik itu menggunakan tabung ataupun tranjidor. Kalo saya lagi membuthkan skema TX heysing ceuk barudak cepemeter, mah.
Meskipun teknologi komunikasi sekarang jauh lebih maju dari pada 20-30 tahun yang lalu, dasar-dasar teknik radio yang digeluti oleh komunitas 100 meter band tetap relevan dan dapat memebantu manusia sekarang dalam memahami tramsmisi gelombang radio. Saya senang bisa bertemu lagi dengan rekan-rekan yang pada tahun 80-an selalu mengudara atau ngalong semalaman. Mari kita kembangkan pengetahuan dan hobby teknik radio kita. Yang tidak kalah pentingnya adalah 100 meter band merupakan wadah silaturahmi.
Wahh jadi teringat masa 90 an, blom ada Hp. andalan saya 80 M band. yang saya pakai pemancar 3 trap, osilator D313, buffer C 1061 dan Final C1061, Catu daya 24-42 Volt DC, antena longwire tinggi 10 M.
Hasilnya dari Padangsidimpuan Sumut konek ke Jateng ma jakarta
salam ma smua breaker 80 Mband
sekarang kalo mau ngidupin lagi, di jakarta cari barang barangnya di mana (dulu bisa cari di Herman poncol atawa loan dimpalmerah). tolong di informasiin . salam hangat dan sejahtera selalu para alumni CPan. chiau.
CQ….CQ….CQ Calling……
Saya Mas ANto Lampu Aladin , asli breaker 70-80an , main di Cepek-an, pake 6146B untuk RF Power dan STK-15 utk Modulator, Antena…Wah Model G5RV yang top itu….
Jaman di bandung dulu teuh…saya suka nongkrongin Radio 8EH sama temen saya Kang Dady Waluyo (skr entah dimana dia…)
Sering cari rongsokan bekas Commad Set Militer di Pasar Cikapundung …. ….. pake tabung bandel GO-50… dah pokoknya mak nyus…
Salam Kangen buat para Cepek-Meteran…..
Temuin saya di Facebook “Lampu Alladin”
Mari bernostalgia….
Salam 73 88
Mas Anto Lampu Alladin
Wuahh buagusss sekale dulu dari Bandar Lampung pake 2X807 pushpul 600 Volt 200 Ma pada plate aku bisa diterima lokal di Jakarta, Bogor, SAukabumi dan Bandung pake antenna long wire L dengan pi section filter pada tuning hahahah salah ndak ya?? ya itu kenangan manisss Call Sign nya Bravo Alpha Lima, bener tuh cari varco etc di Poncol ama pasar rumput ato Jatayu Bandung kalo cari tabung yang masih buagus di Harco yg jual china setengah umum kiosnya dibawah tangga, soalnya murah dan ada alat test emisinya sekarang gimana ya apa pada masih main di Cepek meter kah ?? Ganti Hariman Jkt
aku juga pernah nge break di 100 mtr, tapi aku gak pakai tabung soalnya tabung mahal dan perlu modal besar. Saya hanya pakai trasistor tapi lumayan juga loh mas. Rumah saya di jakarta dan masih mampu komunikasi sampai ke lampung hebat yah….
haha…ya jadi ingat exsperimen lagi… solder sama timah on 24 jam….
kenapa sekarang freq di 100 meter udah kotor bgt ya,… ??padahal dlu pake 807 1 batang ja aku dah bsa ngebrik dari payakumbuh-sumbar ke pulau jawa..
Jadi ingat teman2 ku dibukitingi kalau lihat situs ini ha.ha.ha.ha
Hmmm…..100 meter tahun 80′an……
Osc Collpits 6V6, Buffer 6L6, Final 1625 2x. Antenna long wire & Inverted ‘V’. Modulasi STK15. Receiver Radio Cawang.
Tahun ‘81 ikutan acara riung mumpulung 100 meteran se Bandung raya di Hotel Preanger.
Tahun ‘82 ikutan Hiking 100 meteran se Bandung Raya ke Gn.Tangkuban perahu via jayagiri.
Sampai sekarang sy masih aktif On Air di 80 meter “KOLONG”.
Walaupun Sy ada Call sign Orari [YC]…..Tapi amit2 Sy ga pernah main di Band Amatir.
Terlalu sayang untuk meninggalkan 100 meteran yg telah membesarkan Sy.
100 meter….Never Ending Stories.
Sangat Inspiratif dalam kehidupan Sy.
Hingga Saat ini Sy masih menggunakan dan mengandalkan jurus2 Experimen tahun ‘80an.
Sudah 20 tahun Saya bekerja di perusahaan asing…bahkan Bule sekalipun angkat topi pada saat Sy bekerja dan menggunakan jurus2 Experimen ala tahun ‘80an.
Dipadu dengan Ilmu2 Elektronika akademis, ternyata Ilmu terapan yg didapat dari pengalaman Experimen di 100 meteran…..sungguh luar biasa hasilnya.
Thanks.
Agie.A.Suryahadi
mohon tanya dimana saya harus cari lampu tabung 6L6 ya bozzz…
ari kang Golf Bravo teh angkatan bayang-bayang si 21JZ?….
Kenapa pusing pake tabung segala barangnya susah di cari boxnya besar banget aku ngebreak PCBnya rakitannya masih geletak di meja tanpa box transistornya masih pada glayutan trafo in pakai OT 240 dah bisa ber QSO ria sama2 teman 1 kota bahkan kalau QRMnya membuka juga bisa dengan kota2 tetangga wuih asyiknya. Sayang sekarang rumahnya sudah di kelilingi tembok tinggi2 rumah mewah jadi sulit tuk betangin antena walaupun cuma sekedarnya saja. Sekemanya dah ada di blogku boleh di coba oce.
29 thn sudan belalu taua tau lagi buka situs antene eh dapat blog iin jdi seneng buanget thank kan aom aya jadi teringat masa baheula jama ngebik i cepean aih aih ayik sampai dapat pemancar dari orang lampung…. sy sangat setuju kalau tenggo mike 100 mt ngumpul ramaikan blog ini salam buat temen temen 80 an saya dukung artikelnya bagus jd buka memoi daun pulus haaaa..aa dari.YD4FEX kang UU radio Undur- undur atau JZ10FSM
Hallo teman-teman,Saya udah lama cari-cari Varco yng gedek ,tapi ngak ketemau.Ada ngak yang punya.Saya pengen punya tx,sampai sekarang belum terujut…….
O ya lupa.Saya ada diBogor,Saya berasal dari Payakumbuh Sumatera Barat.Salam aja untuk teman-teman 80meter band.
Memang beda…..para breaker mania lulusan yang ini. Nilai finansial dan komersial di buang jauh-jauh.
Inilah sifat yang utama, yang tidak dimiliki oleh pengguna frekwensi lain…. “Jaga Solidaritas Persahabatan”
Saya baru tahu ada “tempat” reuni mantan 100 m, Tanjung karang pernah menjadi tuan rumah pada acara malem tahun baru di pantai Pasir Putih tahunnya saya lupa. Ada yang masih ingat tidak rekan-rekan di Tanjung Karang
ramaikan am di80m suda di3.5 90 kalao saya amati 100m suda kosong banyak hal penyebab 100m 1.panjang antena 2. qrm terlalu tinggi harus membutukan antena yang baik.
sekarang sudah bergerser di75m 3.9-4 mc dengan antena yang pendek qrm,nois renda.
salam kenal, saya jadi teringat tahun 85an, yang mana saya dulu dipanggil si unyil dari sumbar, rasanya kepingin on air lagi tapi sekarang apa masih ada yaaa
met ciang …………..
ayo teman kita aktifkan lagi cepe meter.
aku ingin kembali pada keluarga cepe meter yang lahir dari kebersamaan kegemaran.
Met siang semua ! Salam cepean ! ane Caca dulu lokal Cilandak Jakarta Selatan. Ampe sekarang ane masih simpen QSL Card jaman tahun 90an tuh. masih tersimpan rapih. buat kenang2an anak cucu cing !
syukurlah kang caca masih nyimpen kartu qsl, mudah mudahan tx dan resivernya masih disimpaen juga, sehinggga masih bisa menaikkan 31 lagi. salam buat keng tito, mbak sisi, dan juga kang agil.
oke kang jaim nanti saya sampaikan salamnya kalau saya ketemu mereka, Tito dan mba sisi masih di Cilandak, sedangka agil pindah ke cileduk. Perangkat saya sudah musnah dan mau coba merakit lagi dengan transistor aja lah. kang jaim sendiri masih on air tidak saat ini ? dan di lokalan masih banyak tidak yang on air kang ?
terima kasih kang chacha. karena di lokal nggak ada kawan jadi ikutan tiarap. kalau ada no yg bisa dihubungi boleh dong saya di kasih tahu, sebelumnya terima kasih.
Met malem dari Bogor Barat Perjaka Ting-Ting Break …….
Nostalgia thn 80 an mudah mudahan cepean selalu kompak
ikut coment kang…walau umur saya tergolong masih belia,tapi saya pernah merasakan kenangan terindah dari band cepean ini..dman saat umur 10 thun saya bisa melihat ayah saya menyelesaikan rakitan pemancar cepeanya..dari moment itulah saya bisa menjadi sperti skarang ni..belajar eletronika khusunya pemancar..meski yang saya tekuni bukan 100 meter band tapi dari situlah saya berawal..salam
asswrwb ikut komentar ni…..wah klo ngomongin 100 mtr sudah selayaknya sy bersukur kpd TuhanYME sy bisa kerja layak karena menimba ilmu electronik dr teman2 di 100mtr sy bisa menjadi flight engineer nc 212 dan teknisi avionic di suatu pt,baik teman2 tks banyak bagi yg sdh iklaskan ilmu buat sy.Mari berbagi ilmu ok ini alamat sy pangkalan tni al jakarta pondok cabe 021 92809137.ilmu sy masih nol pudtul dan perlu tambahan dr teman2 buat ngramu ilmu diaircraft wasswrwb
dijakarta mah dah gak ada yg main kang di 100 meteran,dah susah mbentang antenanya,gak ada lahan lagi,kalau perangkat saya sendiri masih ada dan berfungsi dgn baik..he..he..he..
Saya sendiri transmit dari cawang,di era 87an,pertama on air pakai tabung 6v6 finalnya 12Gb7.antena long wire…wuihhh senengnya bisa transmit disana, apalagi setelah bisa mengenal DX lokal(sumatra,jabar,jateng,jatim)he..he..he..pulang sekolah pertama yg dipegang solder dan knob oscilator serta receiver,propagasi membuka langsung deh…”CQ..CQ..CQ..disini 2 papa delta dari zero timur,selamat malam..?”…ha..ha..ha…
wah mana neh gak ada yg komen lagi??
Oom Papa Delta saya masih berharap bahwa temen teman operator cepe meter jangan berhenti memodiv perangkatnya sehingga dapat mengudara di saat ini dengan segala keterbatasannya. Jaim Kebagusan.
Bang Jaim,
he..he..he…iye tuh bang sy aja pengen banget transmit lagi neh,perangkat juga masih ada.kebagusan,cilandak dulu banyak banget tuh men-temen di 100 meter…
thank’s
Terima kasih komennya Oom Papa Delta,Pasarminggu sekitar tahun 80-90an gudang breaker cepean, baik callsigner maupun yang non, tapi sekarang kaplingnya kosong blong. yang eksis kayanya luar dki, kadang kalau lagi iseng monitor.
Bang Jaim,
btul tuh Bang,dulu banyak banget rekan2 dari daerah ps.minggu/pejaten,cilandak dan sekitarnya,mungkin sekrang sudah pada main di band amatir ya..dari cawang sendiri juga banyak men-temen tapi sekarang sebagian pada main di VHF(2 meter)mungkin dalam waktu dekat ini saya akan transmit lagi..habis mau dirikan antena masih takut2 sama cuacanya yg kadang hujan angin plus petir..
thank’s
Syukurlah kalau Oom Papa Delta sudah berkesempatan on air lagi
Kalau di Pasarminggu yg aku tahu ada sedikit yg pindah kapling
tapi ada juga yang pensiun ngebrik. Selamat ya Oom Papa Delta bisa on air lagi.
kalo bisa seh Bang Jaim juga transmit lagi,nemenin saya gitu buat lokal2an dulu,biasanya kalau dah ada lokal yg main plus ada yg monitor pasti tuh gak lama pada muncul lagi deh..men-temen..pasti gatal tangannya buat tuning-tuning lagi…ha..ha..ha..
Oom Papa Delta, maunya sih iya bisa on air lagi, tapi tuh kabel telepon dan siaran televisi kurang bersahabat, udahan bentangin 31 agaknya jadi masalah.
Terima kasih ya Oom Papa Delta mau menanggapi, ocehan saya.
loh kok bisa ganggu TV ya? memangnya pakai apa tuh finalnya bisa nypleterin TV?…..kalau telpon iya,saya juga masih nyepleterin tapi kalau pakai tanjidor tidak ganggu…denger2 ada yg jual semacam ferit beat seperti toroid,dipasang di kable telpon agar RF tidak masuk,pernah coba belum Bang?
Ya bisa wong sama sama menggunakan rf Oom Papa Delta. Saya pernah menggunakan tabung finalnya 12GB7. tentang ferit beat saya belum pernah.
kalau masuk TV biasanya parasitic osilasinya kurang sempurna mungkin Bang..
dulu saya pakai R 100 ohm 3 watt tapi R nya yg karbon,bentuknya bulat berwarna merah,dililit kawat e-mail 0,5 mm,11-15 lilitan,kalau masih masuk lilitannya ditambah,demikian Bang..
100 meter band, adalah awal perkenalan saya dengan dunia elektronika. Waktu itu saya di kenalkan oleh tetangga saya (Sugeng Priatno/Issue)yang sering ngebrik dengan TX cepean. Akhirnya saya tertarik dan minta di buatkan walaupun hanya menggunakan Transijedor ( istilah breaker Tanah abang – Jakpus ). Hasilnya cukup lumayan dan hanya menjangkau sekitar satu kecamatan saja (-+ 10 KM ). Dan sampai sekarang saya masih menggeluti dunia elektronika, walaupun sudah tidak lagi ngebrik di 100 meteran, karena lingkungan disekitar sudah sangat sulit untuk membentang long wire. Tapi satu saat saya akan “comeback” ( Insya Alloh ). Salam buat para breaker 100 meteran.
Terima kasih Oom Papa Delta infonya, akan saya praktekkan nnanti.
CQ Calling CQ Calling tak tak tak(sambil denger dan liat indikator sinyal radio) disini delta mike zulu cimahi tak tak tak apakah ada yang monitor gituu gantiii >>cerita lagi nge-dx tengah malem buta buat ngumpulin qsl card dr luar kota sebuah kebanggaan kalo dapet kiriman qsl card…hahaha…good memory..
Kenangan yang tak pernah saya lupakan, Dulu saya menggunakan Tabung Osc 6l6 Untk Final 807, Modulator SK015, pakai Echo Per, Standbya Fee ( kalo off unjungnya bunyi tulalit…hehe…!) Salam buat Mang Pandi, Dodo Djuanda, Adde abtre, Om Sajum, Lady Jean Lokal kopo ( Bandung Selatan ) kapan nih diadakan Rimpel ( Riung Mungpulung ) 100 meter sebandung raya, dulu rumah saya di Jalan Kopo Bandung Blkg Suzuki. ( email : iwangunaone@yahoo.com )
Mudah-mudahan zerobeat nich… kalo TX yang aku pakai Colpit Osc 6AG7, Bufer 6GB7, Pinalnya 2 batang 1625 PSA 450 Volt 200 ma. Ya lumayan dech masih mampu runing buat DX ke luar Bandung selatan.Salam buat Iwan Rogers, Sleting macet, mas Bayu (Trio Brikers Ontrog),juga buat Mas Bon YB1BYY, Yd1CBY di Katapang Bandung Selatan tak lupa Buat Almarhum para mantan Breaker 100 mtr;Tuan Marcos & Mang Abung serta Mang Dayat yang telah tiada semoga amal ibadahnya diterima disisi Alloh SWT
kang jaim saya lagi rakit lagi pake transistor sementara dengan Hendra yang dulu di lebak bulus.
kang jaim saya lagi rakit tansmiter lagi pake transistor smentara saya akan lokal2an dulu dengan Hendra yang dulu di lebak bulus.Sekarang kami tinggal di Gandul Cinere
Anjrit Bravo Teler dimana mana ayeuna, Kangen euy, Minta alamatnya sekarang atau tolong emai ditunggu..!
trims infonya kang Caca, kasih no hpnya kang. terima kasih.
Kang Ragil Mudo, trims atensinya, kalau berkenan aku minta no yang bisa dihubungi.
Kang Caca, gimana rakitan barunya yang sama Kang Hendra, sudah jadi apa belum. aku sering buka monitor kok sepi sepi saja.
jaim kebagusan siapa ya yg ku tau dikebagusan ada mamat gang bakso aku dipasar minggu juga yd 0 eri alias ancemon / ass dari rawa bambu masih ada emang wah bisa kita coba lokal lokalan kalie…
Kang Pudji saya breaker baru non callsener, tempat saya di belakang kantor Nesley. Saya tahu nama nama breaker ya dari monitor/dengerin radio sw 1 dulu. kalau yang kang Puji sebut malah gak kenal. paling yang saya pernah dengar dulu, seperti Alm Om To dari komp pertanian Pasarminggu, Kang Bonbon dkk Pejaten Barat,Kang ABA Kp. Lima, kang Iwan Jib komp AL, Hendra Lb. Bulus, dll.
yang mungkin bisa usahain komponen untuk pemancar tabung (6V6, 6L6 dan 807 2 buah segera kirim kabar ya, makasih
kang jaim bener aku ga jauh aku di komp AL kenal semua yg disebut …salam dah masih ada yg monitor ga ya di sw 1 itu
Met kenal buat semuanya,sy Papa Bravo ( Pangeran Botak ) Lokal sukabumi Barat,
saya,ingin tanya buat semuanya…..apa masih ada yang masih on-air di SW 1,sy sudah
rindu banget sama gelombang ombak,…yang cuuuiiiit,…….breakdong
Ka dulur-dulur anu hobby di cepe,hayu urang ramekeun deui di frequensi SW1,kalelersan abdi ayena ngumbara di sumatra-Barat,……Break dong
ayo hidup kan kembali …
aku setuju sekali kang pujui biar pake transistor juga.
Ayo hidupkan kembali 100 meter n 80 meter , aq dari yogya siap zero beat rekan rekan seantero Indonesia
Walau tinggal kenangan tapi tak akan pernah hilang. Dunia 100 meteren adalah dunia yang paling kreatif di tahun 70-80 thn. Tidak lama saya melalang buana di 100 meteran ( 80 – 90an ) dengan berbagai experimen. Saya tidak lari dai 100 mtr tapi entah pada kemana searang..? Salam dari Breaker Bonlap – Pusat Cimahi 597388
abib koprekan taon 84 nih cari tanjung,,,,efeni tanjung………gw tungguin di pangkalan udara tni al,,,,021 92809137
salam kenal” di th 84 ~ 95 di tempatku (tg Priok/cilincing) msh bisa bentang 31 inv V dengan Transmiter Transistor
5 tingkat pake final 2sc 2290, lumayan buat lokal dan dx sumatra/jawa, senang rasanya bisa rakit sendiri. tapi saat ini rasanya dah ga mungkin on air di cepek met, dah gak ada lahan buat naikin antenna……….yanto(Radio shintink)
salam kenal juga Yanto tj periuk syukurlah di periuk masih bisa bentang antena bisa sekali kali melongok teman teman, salam juga buat ki jagur yg punya semper.
alo
Break…salam kangen buat teman2 100m, dari jin tomang bandung selatan, jadi waas bah uwed masih ada gitu ya.?
Salam kenal semua nya bermula kelas 2 smp tahun 1983, ortu beli 6L6 dan kelengkapannya ngak sempat dirakit , berbekal pengalaman buat sirene saya rangkai aja . buat tx 1 tabung 6L6 ngak pake trafo langsung pake rectifier colok ke 220V , filament pake trafo 2A > karena salah rangkai RFC nya berasap heheh , benerein lagi ok , pake inverted V , cek output pake bola lampu 5W masukin suara pake ampli > langsung ngebrek walaupun ada suara mesin disel dibelakangnya .. pasang gronding broming hilang ,, Tx ini bisa buat ngebrik dari medan kota sampai aceh , pakan baru , kalimantan bahkan bandung > > Akhirnya dibeliin sama orang tua tabung 807 , Langsung saya tambah 1 tingkat lagi > Tambah ngejoss . Sampai saat ini si TX 2 tingkat masih ada , Tahun 1999 masih saya coba transmit masih bisa sampai bekasi dari depok >> hehe jadi barang antik dia sekarang .
pada ngilang kemana breker cepe pasarminggu ya.
Met pagi cmua terutama buat lokal jakarta dan jabar, wah ternyata ramai juga nih frekwensi jadi krodit ha ha ha. Salam buat rekan2 semua yg di cepe meter atau 80 meter tranjidor aku juga on air sejak tahun 1993 sampai thn 2000. Buat yg ingin nostalgia bisa kirim foto2 pemancarnya biar bisa mejeng di blog ku dengan alamat email : asucipto@gmail.com Dan juga bisa liat2 foto2 dan teman2 yg masih giat atau mulai meniti kembali di frekwensi ini di blogku : agustomank.wordpress.com
Mengenang breaker 100 m band, sungguh mengasikan, bayangkan, gara2 pengin komunikasi harus nunggu tetangga ngak hidupin tv alias tetangga udah tidur, alhasil larut malam dech, dan sore hanya sesaat, sampe harus berantem sama tetangga. Semoga pengalaman ini ngk terjadi pada teman2 yang lain.
Namun sekarang saya pun masih eksis di dunia breaker, namun udah pindah kota, ngak lagi di Jakarta, namun di Kota Tegal, Jawa Tengah.
Dengan tekhnologi perTVan yang sudah canggih, ngak ada lagi istilah splitter dan perakitan yang lebih baik…
Silahkan kutunggu dengan OSCAR DELTA RADIO RONGSOKAN DI KOTA TEGAL, sekitar frek 3,6 MHz dan 4,125 MHZ.
SALAM KOMPAK
ODIK TEGAL
Buat Radio Sempeng Padang Sidempuan apa boleh saya minta skema pemancar 80, 3 Trap yang menggunakan D313 dab C1061. Kalau bisa tolong ya kirimkan ke email saya ( zulkarnain_husin@yahoo.com ). Terimakasih sebelumnya.
Ternyata masih ada komunitas 80-100 Meter…..
Banyak kenangan di masa lalu, seni nya saat ngerakit pemancar tabung untuk bisa nge_break di frequency SW1 dan nge_broadcast di frequency AM……..dah lama nggak pernah ngedial di frequency ini….., apakah masih ada yang zero beat disana.
Salam kenal semua nya.
ah jadi inget masa smp nih ngebrik pake pemancar ginian 4 tingkat pake spul dililit di core bekas cangkang negativ film trus pake ot240 ….dimana ya…masih di gudang apa udah dilelang
Ass..wah msh eksist pak?perangkat saya yg tabung dan transistor ud saya mesiumkan..saya iwan.. smenjak dr tahun 1993-1998 aj aktif homebrew di cepekmeter..saya di kawasan jakarta timur,lokal saya dulu alfawisky daerah kalimalang,saiful di jl. pramuka,YC0FAA cipinang elok,jimie di cipinang perumpung..wah klu di sukabumi msh eksis bagus jug tuh..saya kebetulan saat ini lg dipelabuhan ratu,dulu ad callsign namanya Pedro tp gk tau rimbanya..
hi hi hi.. seneng juga inget jaman 80, main cepe meteran.. waktu itu tv masih belom 24 jam , jadi masih enak, setelah tvri turun, kita gantian naik…. dulu saya di jakarta timur, kayumanis…hi hi hi.. saya masih nyimpen 807 1 biji sam 12GB7 1 biji kalo ada yang mau, kontak aja.. sayang nggak dipake lagi,dari pada pecah…
asslmkm, bpk yg punya blok ini met kenal jg tuk cepener dislrh nsntra, betul mengenang masa silam sgt indah baik mns atau pht tetep indah, pengen ngebrik puya 100an tp ga ada duit, akhirnya dtg k cepener yg blm kenal (pede)dan kenalan smpe dtg setiaphari smbil nyolong ilmunya,sampe tau cara ngebrik, kemudian di ksh ksmpatan ngebrik bdn ngemeter n brkergat, saking seneng n haru.trus banyak kenalan d 100m hinga semua nyumbang komponen tuk bikin tx,yg krg sy cari disluruh tk loak di jkrta trmsk poncol,nutur berblan bulan tdk dpt maklum,anak baru gede msh awam ama elektronik apa lg ama 100m, sgkatnya 100m jadi.sampe skrang tuh tx msh d simpan, krna udh punya 4 monic ruang sempit itu kndala sy mo on air lg, klo dulu msh bujang,doakan insallah bisa on lg.dg besar harapan smg senior/yunior 100m sht ,exis,dimurahkan ri8zkynya dan bisa kopdar lg, amiiiin…wsslm. 73 cerrio…
aku setuju bung denny menghidupkan cepe meter.
aslmkm bang jaim kebagusan, trims comentnya,abang slh satu cepener senior yg sy tau, smg sht skluarga,apa msh monitor rekan2 kita yg dilokalan timur dan ps. minggu. gmn abang sendiri msh on air ?, dan banyak skema tabung dirumah ? blh sy main ke rmh abang tuk belajar.trims e mail saya : zaenuddin.denny@yahoo.co.id hp.02183667432 lokalan. condet bale kambang jaktim.salam jabat erat buat rekan2 cepener yg sdh mangkal diblok ini. bravo !!! 100m…..
terima kasih komentarnya kang denny, alhamd kami sekeluarga diberi kesehatan oleh allah swt, semoga kang denny sekeluarga dekian juga. tentang on air saya kesulitan di tenpat tinggal, maklum diperkampungan kumuh. rasa sih ingin ngebrik lagi. salam hormat untuk keluarga kang denny.
problemnya sama dg sy, daerah kumuh sulit bentang 31, pernah sy minta model 31 yg praktis sesuai lokasi sy dgn mas agustomank dan rkn2 lain terutama jmlh hitungannya, jk dpaksakan sih bisa tuk radius +/- 5km, bgimna lokalan sdh tdk ada tanda2 khidupan lagi, sy hrs cari khdpan di tempat lain (lokalan luar) inilah problem sy, sprti sy di smp mulai mgenal elktrnc/100m.apalagi usia akn msk kepala 5an,jk dulu msh bujang kemana,cari apa,jam brp tdk pikir 2x ok aja, kumaha engke wae..!.skrg monic udeh 4, hrs pntar2 ngtur waktu,msh bujang ngeDX yg asyik tngah malam mnjlng pagi freck clear,lokalan/spleteran ga ada, skrg ada istri klo malam minta di dx jg (klonan),he…he…he… tolong… tolong…!!! kita yakin disini tdk sendiri kita punya banyak saudara diblok 100ner,mereka pasti..! membantu kita melalui informasi tecknologi cangih ini.
,Anak cepener anak kolong
waktunya habis melebihi kalong
Biarkanlah berjalan seperti ini
Demi ilmu yg luhur tuk anak cucu dan pewaris lainnya nanti
permisi dulu ach..! ma yg punya meter ini, jg bang jaim, bang agustomank, semuanyadeh tdk bisa sy ketik satu persatu,semua comentnya sdh sy baca dari alpha -zulu. cheriooo…, because 807 udh marong dan tetangga laporan gambar TVnya tebalik.langsung closing down . TQ semua
Dial sana dial sini……Kamarana atuh urang cepean teh nya ayeuna,parangsiun teu puguh……,
Ah barangkali ada harmonicnya di freq.mang google,iseng2 ngetik radio amatir….eh purudul aya bacaan cepemeter…..langsung sirobeat aja…
Break…….Disini Golf Alpa alias Be young RF dari Puncak Cipanas apa masih ada yg monitor,maklum sekarang antenanya cuman pakai 2Cm(2.4Gb),terpaksa bergeser freqwencynya terimbas waktu dan zaman,di
freq 100meteran suasana sudah hening tiada kawan2 yang onair.
Duh…..terasa kasuat-suat hati ini kalau mengenang masa2 di cepean yang penuh dengan kenangan,berat rasanya terhapus dari ingatan,Lebih dari 23 tahun nyublek nyanghareupan RF tabung Six one four
six, 807,813 wah…….pokonamah moal kaubaran ku perangkat lain walau perangkat kiwari cararanggih,tetap tak akan tergantikan lalakonnya mah.
Sampai sekarang saya masih terus mengikuti perkembangan teknologi Frequency dari era 3,5Mhz,27Mhz ,144Mhz pernah juga bergulat dengan freq Modulasi(Radio Broadcasting)sampai sekarang bergeser pada freq microwave. Ah….tetep 100meter yang top mah,hese nyaritakeunna…….Penuh perjuangan(dari sulitnya mencari skema TX sampai mencari komponen)Saking hayang bisa ngudara teh,komo bari jebol Trafo kudu ngagulung sorangan,Elco meletus,Tabung marong,Kenteng diawuran keusik kutatangga lantaran TV na jujuralitan jeung sajabina……………………………………………………………………………………………
Semua itu tinggallah kenangan menjadi sejarah perjalanan,bersyukur masih ada kesempatan menyaksikan perkembangan teknologi yang begitu pesatnya,dalam hitungan detik teknologi terus menunjukan kemampuan dan perobahannya tak terbendung.
Namun sayang terutama untuk kebanyakan masyarakat bangsa Indonesia.kemajuan teknologi kini tidak sejalan dengan kemampuan memahami menguasai teknologinya,yang ahirnya hanya sebagai konsumen (user). dilalap oleh barang china Habis dah……
Salam sejahtera untuk semua mantan breker 100an,dengan adanya blog cepemeter ini,semoga bisa mengobati dan kembali mempererat silaturahmi kembali.
aslmk, bang ‘BYR’ mat kenal dg sy budak jkt, smg sklrg pd sht !, jk dicipanas msh onair syukur, krn lokasi di sana msh luas didukung datarannya tinggi daerahnya tdk padat/kumuh sprti di jkt.
insyallah jk 31 sdh diri tak zerobeattin atau sy singgah di cipanas puncak,krn sy suka bolakbalik ke mertua di bandung.
jgn lupa jk sy dtg sediakan jagung rebusnya !, bang BYF mau dibawakan apa ?. salak condet ya?
ok deh salam buat anak kalong lokalan dicipanas dan sktrnya.
Informasi : jika rekan rekan ingin membentang 31 (Antena) silahkan hub kami, dgn tenaga yang profesional penuh dgn pengalaman untuk panjat pohon setinggi apaun sesuai permintaan anda
jg dgn waktu singkat, dengan biaya GRATIIIIISSS….!!! (Tanpa dipungut biaya sedikitpun)
karena sy yakin sesepuh dan abang2 kita di 100m amblas krn 31 pada roboh, jadi malas dan kesulitan tuk manjat pohon, tdk sprti muda dulu, coba jk 100m bisa pakai anten 2meteran/buntut tikus, yakin 100m tdk ada matinya, moga2 rekan2 kita dpt menciptakan 31 model buntut tikus.amin!
wslmlkm, jabat erat utk “BYF” dan 100mner dimana saja, krna akan berkumandang azan dimushollah tx sy masuk di TOA mushollah. trim 73 cherrio…!!!
jamn jadulll rogerr gtu gganntiii….
dimana ya dapatkan skema (pcb) pemancar transistor, sy mau beli, coba2 ngerakit jenis yg kecil2an, tolong sobat2 informasinya ditunggu. trims
Ada sedikit tambahan, coba beli online melalui store disini http://store.elsevier.com/Build-Your-Own-Low-Power-Transmitters/Rudolf-F_-Graf/isbn-9780750672443/ paling tidak kita mesti membuat akun (create account) dulu.
Semoga membantu anda.
ok, trims atas bantuannya serta informasinya Bang rudolf ‘Bobo-Depok’ dan met jumpa /kenal dgn anda, gmn kbrnya masih aktif 100m? sy mau coba eksperimen dr trans yg kecil2 dulu kalo tabung ada digudang, kalo abang gmn ?.
Saya sudah cukup lama tidak aktif dan bergelut lagi dengan 100 meteran, dulu tahun 80 an saya suka experiments dengan solid state NPN juga PNP baik menggunakan koker diameter 5mm sampai dengan menggunakan koker diameter 15-20 mm untuk oscilator nya baik colpitts oscillator-hartley oscillator, biasanya saya merakit 4 tingkat.
Dengan tabung 12ax7/6v6 – buffer 6l6 – final 12gb7-6146-807.
Cerita dulu sangat mengasikkan, apalagi kalau lagi nge_zerobeat ke frequency sampai bunyi-bunyi tuh radio.
Serta sempat ngebroadcast di AM dengan memperpanjang lilitan pada oscillator.
Dulu waktu saya main di AM ngebroadcast, rekan-rekan saya serta warga sekitar saya, turut mensupport baik naikkan antenna ke pohon kapas dengan di tambah bambu, jual atensi buat beli kopi-rokok dan gorengan serta banyak cewek yang datang, untuk melihat….maklum suara ada di radio dan masih bujang….apalagi kalau lagu yang di putar mengenai hati ….mereka, he..he..he.
Anyway, mau transmit dimana…..?, sepertinya lahan nya masih lebar disana.
Have a Nice Weekend.
Cheers.
RW.
Yang mau membuat pemancar transistor silahkan mampir aja di blogku
Ass…Jadi ingat masa lalu euuuy…..kapan atuh re uni an cepe meter zaman baheula…
Wass …. : Sariman Prawira ( YB1BEN )